Luhut Ungkap 7 Investor Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi daya mobil listrik saat peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Jalan Tol Bali Mandara, Denpasar, Bali, Selasa 28 Januari 2020. SPKLU di kawasan jalan tol yang pertama di Indonesia tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong penggunaan kendaraan bertenaga listrik kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Petugas mengisi daya mobil listrik saat peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Jalan Tol Bali Mandara, Denpasar, Bali, Selasa 28 Januari 2020. SPKLU di kawasan jalan tol yang pertama di Indonesia tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong penggunaan kendaraan bertenaga listrik kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah investor dari luar dan dalam negeri dalam produksi kendaraan listrik baterai di Indonesia.

    "Potensi Indonesia sebagai produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sangatlah besar," katanya dalam acara Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Jakarta, Kamis, 17 Desember 2020.

    Luhut menyebut investor asing tersebut adalah Hyundai yang segera membangun pabrik kendaraan listrik, BYD yang memasok bus listrik, CATL, dan LG Chem.

    LG Chem disebutnya berminat membangun industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

    "Tesla juga berminat, mereka akan berkunjung pada Januari 2020," ucap Luhut.

    Adapun investor dalam negeri yang membangun pabrik kendaraan listrik baterai adalah Gesits, PT Mobil Anak Bangsa, dan PT INKA (Persero) yang memproduksi bus listrik.

    Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, telah dibentuk Indonesia Battery Holding (IBH) yakni gabungan beberapa BUMN yang akan mengolah nikel dari hulu hingga menjadi baterai kendaraan listrik.

    Beberapa BUMN itu adalah MIND ID, PT Pertamina, PT PLN, dan PT Aneka Tambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.