Pabrik Baterai ABC Segera Bikin Baterai Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi daya mobil listrik saat peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Jalan Tol Bali Mandara, Denpasar, Bali, Selasa 28 Januari 2020. SPKLU di kawasan jalan tol yang pertama di Indonesia tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong penggunaan kendaraan bertenaga listrik kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Petugas mengisi daya mobil listrik saat peluncuran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Jalan Tol Bali Mandara, Denpasar, Bali, Selasa 28 Januari 2020. SPKLU di kawasan jalan tol yang pertama di Indonesia tersebut diharapkan dapat memfasilitasi dan mendorong penggunaan kendaraan bertenaga listrik kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - PT International Chemical Industry, produsen baterai peralatan elektronik ABC menggelontorkan investasi Rp 207,5 miliar untuk membuat baterai mobil listrik.

    “PT ABC akan bangun pabrik cell baterai dengan kapasitas (produksi) maksimal 25 juta unit per tahun,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kertasasmita seperti dikutip dari Youtube Kemenperin pada Rabu lalu, 30 Desember 2020.

    ABC adalah merek yang puluhan tahun terkenal di Indonesia untuk pabrik peralatan elektronik seperti senter, jam dinding, atau kalkulator lawas.

    Masuknya pemain baterai lama ke ekosistem mobil listrik menunjukkan Indonesia memiliki potensi besar sebagai basis produksi kendaraan listrik. Kekayaan metalurgi berupa nikel baterai di Indonesia membuat investor berbondong-bondong menanamkan modal.

    Pemerintah mengungkapkan bahwa pembangunan baterai mobil listrik di dalam negeri akan meningkatkan komponen nilai produksi mobil listrik. Maka target 35 persen tingkat komponen dalam negeri untuk mobil listrik dapat segera tercapai.

    Ambisi Indonesia menjadi produsen mobil listrik telah dituangkan dalam peta jalan (roadmap) industri otomotif. Program low carbon emission vehicle (LCEV) telah dimulai sejak 2017 dan produksi kendaraan listrik serta komponennya ditargetkan dimulai 2022.

    Muncul pula Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

    Sebelumnya, Toyota Indonesia menyatakan akan menggelontorkan Rp 28,3 triliun antara lain untuk produksi mobil listrik murni bertenaga baterai. Produksi mobil listrik Toyota direncanakan mulai pada 2023.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.