Marak Bencana Alam, Seberapa Penting Asuransi Kendaraan?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil terseret banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu, 15 Juli 2020. Musibah itu juga mengakibatkan Bandara Andi Jemma Masamba lumpuh total karena tergenang lumpur. ANTARA/Abriawan Abhe

    Sebuah mobil terseret banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu, 15 Juli 2020. Musibah itu juga mengakibatkan Bandara Andi Jemma Masamba lumpuh total karena tergenang lumpur. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, JakartaBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 197 bencana alam terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada awal tahun atau sejak 1-23 Januari 2021. Hal ini tentu merugikan secara material, termasuk bisa berdampak pada kendaraan bermotor yang dimiliki masyarakat. Lantas, seberapa penting asuransi melindungi kendaraan tersebut?

    Sifat dasar dari asuransi kendaraan bermotor adalah memberikan perlindungan terhadap berbagai kemungkinan kehilangan/kerusakan, tergantung jenis pertanggungan yang dipilih. Termasuk di dalamnya adalah melindungi kerusakan kendaraan dari kemungkinan terkena bencana alam. 

    SVP Communication, Event & Service Management Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto menerangkan, asuransi memberikan kepastian di tengah ketidakpastian. “Masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa memiliki asuransi merupakan langkah tepat dalam pengelolaan keuangan yang benar,” ujar dia saat dihubungi, Senin, 25 Januari 2021.

    Contohnya, kerugian akibat bencana alam banjir di Kalimantan Selatan di awal tahun ini ditaksir senilai Rp 1,349 triliun. Estimasi ini dibuat Tim Reaksi Cepat Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    Baca juga: Hal yang Bisa Sebabkan Perluasan Asuransi Banjir Ditolak

    Kerugian itu dirinci dari sektor pendidikan sekitar Rp 30,446 miliar, sektor kesehatan dan perlindungan sosial sekitar Rp 27,605 miliar, sektor infrastruktur sekitar Rp 424,128 miliar, sektor perikanan sekitar Rp 46,533 miliar, sektor produktivitas masyarakat sekitar Rp 604,562 miliar, dan sektor pertanian sekitar Rp 216,266 miliar.

    Menurut Iwan, gempa, banjir, dan bencana alam lainnya yang terjadi awal tahun ini, mengingatkanya dengan kejadian serupa di awal 2020. “Ini seharusnya benar-benar membuat masyarakat sadar pentingnya asuransi kendaraan,” tutur dia menegaskan.

    Namun, Iwan melanjutkan, mungkin di tengah kondisi saat ini pandemi Covid-19, bisa jadi hal-hal primer lebih diutamakan. “Saat ini Asuransi Garda Oto saat ini memiliki kurang lebih 500 ribuan pelanggan,” kata Iwan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.