Pandemi, Pameran Otomotif Gaikindo Digelar di Semester II 2021

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran otomotif GIIAS, 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pameran otomotif GIIAS, 25 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaGabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan bahwa seluruh agenda pameran otomotif di bawah naungan Gaikindo akan digelar pada semester II 2021. Semula, pameran otomotif yang ditunda penyelenggaraannya tahun lalu diundur ke awal tahun 2021. Namun, karena kasus Covid-19 masih sangat tinggi, pameran tersebut kembali dijadwal ulang.

    Gaikindo memiliki sejumlah pameran otomotif yang digelar secara rutin setiap tahun. Pameran terbesar adalah Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) the Series dan Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW).

    Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menegaskan pentingnya upaya pengembalian kondisi industri otomotif Indonesia, yang didukung oleh kondisi kesehatan masyarakat.

    “Pemulihan industri otomotif Indonesia menjadi agenda yang sangat penting bagi Gaikindo, namun kami juga tidak ingin mengambil resiko mempertaruhkan kondisi kesehatan masyarakat yang saat ini belum membaik,” kata Yohannes dalam keterangan resmi, Rabu, 3 Februari 2021.

    Baca juga: Virus Corona, Pameran Otomotif GIIAS Surabaya 2020 Ditunda

    Gaikindo, dia menambahkan, akan mengambil langkah baru yang lebih aman untuk masyarakat, dan juga akan menjadi strategi tepat waktu dan sasaran untuk pemain industri. “Langkah yang direncanakan Gaikindo akan menjadi upaya yang lebih optimal dalam mencapai tujuan kebangkitan industri otomotif,” ujar dia.


    Pameran otomotif Gaikindo dimulai Agustus 
    Langkah dan strategi baru yang diambil Gaikindo adalah dengan memaksimalkan paruh kedua tahun 2021 sebagai waktu penyelenggaraan pameran otomotif.

    Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran Gaikindo, Rizwan Alamsjah, menyampaikan bahwa Gaikindo merencanakan kembali menyelenggarakan pameran otomotif pada semester kedua tahun ini.

    “Dimulai dengan akan penyelenggaraan GIIAS di Jakarta pada bulan Agustus, dilanjutkan dengan penyelenggaraan pameran GIIAS di daerah. Memasuki akhir tahun, pameran Gaikindo Jakarta Auto Week atau (GJAW) digelar,” kata Rizwan.

    Menurutnya dengan penyelenggaraan yang berurutan yang dimulai pada semester kedua akan menjadi strategi terbaik karena konsentrasi masyarakat pada industri otomotif Indonesia tidak terputus.

    “Masyarakat akan disuguhkan pencapaian industri otomotif Indonesia secara lengkap dalam penyelenggaraan GIIAS The Series, di Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. Dan pada akhir tahun GJAW akan menjadi ajang yang menghasilkan potensi penjualan dan memberikan kesempatan berpromosi terbaik bagi para merek,” tutur dia. 

    Selain penyesuaian waktu penyelenggaraan pameran, Gaikindo juga memiliki satu lagi strategi pamungkas, yakni aplikasi GIIAS Auto360.

    Rizwan menyebutkan bahwa GIIAS Auto360 merupakan aplikasi pertama yang merupakan gabungan tiga segmen utama yakni fitur pameran otomotif digital, marketplace serta news industry update.

    “Kami akan membawa pameran otomotif langsung ke dalam genggaman masyarakat lewat GIIAS Auto360. Dan ini akan menjadi ajang bertemunya ratusan merek otomotif serta ribuan pengusaha otomotif dengan para pelanggan otomotif, kapan saja dan dimana saja,” ujarnya.

    Nantinya pada saat pameran berlangsung GIIAS Auto 360 juga akan memberikan kemudahan maksimal dengan berbagai memiliki fitur untuk mengakses berbagai macam info mengenai pameran otomotif yang diselenggarakan oleh Gaikindo.

    Hanya dengan mengunduh aplikasi atau membuka website, masyarakat dapat mencari tahu update dan fasilitas pameran yang digelar Gaikindo. Tidak hanya itu saja, pembelian tiket pameran, pendaftaran test drive dan test ride serta pendaftaran acara-acara pendukung pameran otomotif juga dilakukan dalam aplikasi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.