Pabrik Tesla di Cina Dituduh Pakai Onderdil Rusak dan Melanggar HAM

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para karyawan bekerja di Gigafactory Tesla di Shanghai, Cina timur, pada 20 November 2020. Perusahaan ini memiliki rencana kapasitas produksi tahunan sebanyak 500.000 unit. (Xinhua/Ding Ting)

    Para karyawan bekerja di Gigafactory Tesla di Shanghai, Cina timur, pada 20 November 2020. Perusahaan ini memiliki rencana kapasitas produksi tahunan sebanyak 500.000 unit. (Xinhua/Ding Ting)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencuat laporan mengenai masalah kualitas di pabrik Shanghai Gigafactory Tesla yang memproduksi mobil Model 3 dan Model Y.

    Fasilitas pabrik Tesla Inc. tersebut dituduh menggunakan suku cadang atau onderdil rusak, bahkan kondisi kerjanya melanggar HAM.

    Mengutip Carbuzz, temuan di pabrik Tesla lebih signifikan karena dikeluhkan oleh pemilik mobil Tesla dan Pemerintah Cina.

    Pengumuman lembaga pengatur pasar Cina yang dikutip pada Selasa, 9 Februari 2021 menyebutkan, perwakilan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Manajemen Darurat, Transportasi, bahkan Badan Keamanan Siber baru-baru ini menemui pejabat Tesla.

    Konsumen mobil Tesla di Cina mengklaim terjadi penyimpangan akselerasi, kegagalan peningkatan perangkat lunak, dan kebakaran baterai.

    Baca jugaTesla Tertarik di Penyimpanan Energi, Bukan Baterai Kendaraan Listrik

    Tesla berjanji menyelidiki masalah ini dan bakal lebih meningkatkan inspeksi kontrol kualitas.

    "Kami akan secara ketat mematuhi hukum dan peraturan Cina dan selalu menghormati hak konsumen," kata Tesla yang dikutip Weibo, situs web mikroblog Cina.

    Sejumlah keluhan muncul sejak Maret 2020 ketika muncul laporan pertama kali tentang kualitas mobil Tesla Model 3 buatan Cina di bawah buatan California, AS.

    Kementerian industri Cina meminta Tesla memastikan mobil buatan lokal harus memiliki kualitas yang sama. 

    Pekan lalu, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika dan Tesla me-recalling hampir 135.000 mobil Tesla Model S dan Tesla Model X buatan 2012-2018 gara-gara kerusakan layar sentuh. 

    Sebelum perwakilan Tesla bertemu pejabat Cina, Pemerintah Cina menarik kembali lebih dari 20.000 Tesla Model S dan 15.000 Model X karena masalah yang sama layar sentuh.

    Cina telah menjadi pasar vital mobil Tesla. Tahun lalu, pasar otomotif terbesar di dunia itu memberikan pendapatan 6,6 miliar dolar AS untuk Tesla. Pendapatan ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2019. 

    Pendapatan 2020 itu juga menyumbang lebih dari 20 persen dari total pendapatan Tesla. Maka Tesla harus mematuhi keluhan pelanggan dan Pemerintah Cina.



    CARBUZZ | CARSCOOP


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.