Honda Jual Pabrik di Inggris ke Perusahaan Logistik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Logo (REUTERS/Toru Hanai)

    Honda Logo (REUTERS/Toru Hanai)

    TEMPO.CO, Tokyo - Honda memutuskan untuk menjual pabrik perakitan mobil di Swindon, Inggris, kepada raksasa logistik Panattoni. Menurut laporan Reuters, Sabtu, 27 Maret 2021, Panattoni akan melakukan investasi besar-besaran di lokasi satu-satunya pabrik Honda di Inggris itu. 

    Produsen mobil Jepang, yang membangun sekitar sepersepuluh dari 1,5 juta produksi mobil di Inggris, membuat keputusan dua tahun setelah mengumumkan niatnya pada 2019 untuk menghentikan produksinya di pabrik Swindon. Keputusan ini diperkirakan akan menyebabkan sekitar 3.500 orang kehilangan pekerjaan.

    Honda, yang telah berjuang di Eropa, mengatakan penutupan pabrik itu tidak terkait dengan kepergian Inggris dari Uni Eropa, tetapi perlu memfokuskan kegiatan di wilayah yang diperkirakan akan menjual sebagian besar mobil.

    Baca juga: Honda Stop Sementara Produksi Mobil di Inggris Gara-gara Brexit

    Panattoni mengatakan pihaknya melakukan investasi 700 juta pound (setara Rp 13,8 triliun, kurs saat ini 1 pound sterling = Rp 19.824) dalam pengembangan terkait logistik. Investasi ini juga diklaim untuk menciptakan lapangan usaha baru di Inggris.

    Pengembangan logistik akan dilakukan setelah Honda menyelesaikan penghentian pabrik yang selama ini digunakan untuk memproduksi Honda Civic hatchback.

    Honda diperkirakan akan menghentikan seluruh aktivitas pabrik pada musim semi mendatang, Financial Times melaporkan sebelumnya. Langkah terbaru itu menyusul keputusan perusahaan elektronik Sony dan Panasonic untuk memindahkan markas mereka ke UE dari Inggris, sementara Hitachi telah menangguhkan proyek tenaga nuklir di Inggris di tengah Brexit.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.