Sejarah Panjang Audi, Makna Logo 4 Cincin dan Perubahan Saat Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian belakang mobil konsep Audi e-tron Sportback dalam acara Shanghai Auto Show di Shanghai, Cina, 19 April 2017. Logo empat cincin sebagai identitas dari Audi tampak dominan di depan dan belakang kendaraan. REUTERS/Aly Song

    Bagian belakang mobil konsep Audi e-tron Sportback dalam acara Shanghai Auto Show di Shanghai, Cina, 19 April 2017. Logo empat cincin sebagai identitas dari Audi tampak dominan di depan dan belakang kendaraan. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, JakartaAudi merupakan salah satu perusahaan manufaktur mobil asal jerman yang kini telah mendunia dengan memiliki 13 fasilitas produksi tersebar di beberapa negara antara lain Hungaria, Belgia Cina dan India. Yang membuat merek mobil ini bisa kita jumpai di berbagai negara. Produsen mobil ini pertama kali didirikan pada 1909 oleh seorang insinyur berkebangsaan Jerman yang bernama August Horch.

    Perjalanan Audi memang memiliki sejarah panjang. Mulai dari perubahan merek dan konflik perusahaan. Salah satunya ketika Horch mendirikan perusahaan mobil pertamanya yang bernama A. Horch & Cie yang berada di distrik Ehrenfeld, Cologne. Beberapa tahun setelah berdiri Horch akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan tersebut karena adanya pertengkaran antara dirinya dan dewan pengawas perusahaan.

    Setelah itu, beberapa tahun kemudian, Horch akhirnya mendirikan perusahaan keduanya yang diberi nama  Horch Automobil-Werke GmbH pada tahun 1909 dengan menciptakan mobil pertamanya yaitu Audi Tipe A 10 bertenaga 22 hp Sport-Phaeton naas nya ia dipaksa keluar dari perusahaan yang ia bangun sendiri.

    Dan untuk yang ketiga kalinya Horch membangun perusahaan ketiganya namun tetap memakai nama Horch dan digugat oleh perusahan yang sebelumnya didirikannya karena dianggap melanggar merek dagang.

    Dari berbagai permasalahan yang dilaluinya tersebut ia akhirnya mendirikan perusaan yang keempatnya dengan nama Audi mengantikan mereksebelumnya yaitu Horch, dimana  merek  Audi sendiri muncul dari ide seorang anak teman August Horch yaitu Franz Fikentscher. Dimana Franz Fikentscher mengusulkan untuk menggunakan nama Audi saja karna baik nama Audi maupun Horch memiliki arti yang sama sehingga dipilihlah nama Audi. Dalam bahasa Jerman, Horch artinya mendengar begitu juga Audi dalam bahasa latin.

    Baca: Audi e-Tron GT Mobil Listrik Sedan Mengaspal 9 Februari Harga Rp 1,4 Miliar

    Dari kisah pilu yang dialami oleh August Horch mulai dari mendirikan perusahaan menentukan merek dagang dan konflik dalam perusahaan kini berbuah manis. Sejarah dari perjuangan Horch tersebut dapat kita lihat dari penggunaan logo yang ia gunakan sebagai brand perusahaannya hingga sekarang.

    Audi mobil mewah dan elagan tersebut dikenal diseluruh dunia dengan logo yang menempel di depan mobil tersebut, logo dengan gabungan 4 cincin yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

    Dilangsir dari 1000logos.net menjelaskan bahwa empat mata cincin yang terdapat pada logo Audi merupakan perwakilan dari empat perusahaan yang pernah ia dirikan dahulu di antaranya DKW, Horsch, Wanderer, dan perusahaan miliknya Audi.

    Terlepas dari model logo yang digunakan Audi, penggunaan jenis  fontnya juga mengandung makna dengan ciri khas yang menonjol ialah huruf besar “A" dan tulisan huruf "U" yang sedikit disederhanakan ditambah dengan hurup “D” yang memiliki gaya tersendiri yang membuat logo Audi lebih elegan dan mudah dikenali.

    Dan, saat pandemi Covid-19 sekarang, logo Audi juga mengalami perubahan. Perusahaan besar ini melakukan perubahan terhadap logo empat cincin yang dimikinya dengan memisahkan keempat cincin tersebut atau saling menjaga jarak. Dalam perubahan logo tersebut, perusahaan Audi berupaya mengajak masyarakat diseluruh dunia untuk menerapkan protokol jaga jarak atau social distancing. Tidak hanya audi hal yang sama juga dilakukan oleh perusahan besair lainnya seperti Coca-Cola, McDonald's dan Volkswagen berupakan perusahaan yang telah memasukkan jarak sosial atau social distancing ke dalam logo mereka.

    SABAR ALIANSYAH PANJAITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.