Studi Grab Indonesia: 81 Persen Pengemudi Mitra Tertarik Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta- Grab Indonesia telah melakukan studi mengenai bagaimana ketertarikan mitra pengemudi online baik Grabcar maupun GrabBike terhadap kendaraan listrik.

    Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi membeberkan hasil studi yang menarik.

    “Mitra kami pengemudi kendaraan roda dua 81 persen sangat menyukai motor listrik untuk melayani konsumen,” ujar dia dalam acara virtual Nexus Indonesia pada Kamis, 15 April 2021.

    Menurut Neneng, sebanyak 71 persen mitra Grab seperti GrabCar dan GrabBike lebih memilih kendaraan listrik dibandingkan bensin.

    Apa alasan mitra ojek Grab tertarik terhadap kendaraan listrik?

    Neneng menerangkan kebanyakan alasannya karena kendaraan listrik lebih irit dan ramah lingkungan.

    “Dan kendaraan listrik itu tidak ada bunyinya, sepi tidak ada suaranyanya."

    Neneng menerangkan bahwa Grab memiliki beberapa inisiatif untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Grab Indonesia menargetkan penggunaan 26 ribu kendaraan listrik pada 2025.

    Menurut Neneng, Grab sadar memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Kolaborasi antar pemangku kepentingan pun sangat diperlukan, mulai penyediaan stasiun pengisian baterai yang bisa dilakukan oleh PLN dan Pertamina, termasuk swasta.

    Grab Indonesia pun menilai penetrasi kendaraan listrik juga memerlukan solusi pembiayaan lewat perusahaan leasing, seperti Adira Finance. Dan yang tidak kalah penting adalah peran produsen dan industri kendaraan listrik, seperti Hyundai, Gesit, dan Viar.

    BacaDorong Kendaraan Listrik, PLN Rangkul Hyundai, Wuling, GESITS dan Grab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.