Masih WFH? Jangan Lupa Rutin Cukup 10 Menit Memanaskan Mesin Mobil Tiap Hari

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita mengemudi. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita mengemudi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di masa pandemi Covid-19 yang belum reda ini, kebanyakan orang masih melakukan kegiatannya di rumah. Terlebih lagi bagi mereka yang kebagian jatah Work from Home (WFH) pasti aktivitas yang dikerjakan masih di sekitar lingkungan rumah.

    Dengan kondisi yang demikian, maka kendaraan-kendaraan yang biasanya dipakai untuk berangkat ke tempat kerja atau bepergian seperti mobil dan motor otomatis tidak akan sering terpakai. 

    Bila mobil atau motor yang tidak terpakai itu dibiarkan terus-menerus dan tidak dilakukan perawatan khusus maka komponen-komponen penggeraknya akan cepat rusak. Seperti mesin mobil yang jarang dipanaskan akan menimbulkan masalah berupa aki serta rem tangannya akan menjadi macet dan lengket.

    Biasanya, mesin mobil yang tidak digunakan untuk berjalan harus dipanasi dengan durasi minimal 10 sampai 20 menit. Hal ini dilakukan supaya oli yang menjadi pelumas mesin dapat bersirkulasi dengan baik di dalam mesin mobil. Bila mesin tidak sering dipanasi, maka sirkulasi oli dalam mesin nantinya tidak akan merata, sehingga komponen-komponen yang terdapat di dalamnya akan cepat mengalami kerusakan.

    Selain itu, dengan seringnya memanaskan mesin mobil maka akan lebih bagus untuk kondisi komponen mesin. Sirkulasi-sirkulasi pelumas yang ada di ruang mesin akan bisa menjangkau sudut-sudut yang sempit.

    Kemudian cara yang efektif untuk memanaskan mesin mobil saat WFH adalah dengan membawanya keliling cukup di sekitar rumah agar bannya juga ikut berotasi. Jadi, bukan hanya sekadar menyalakan mesinnya, tapi juga perlu dijalankan meski tak jauh. Tak jarang, mobil yang jarang dipanaskan dan didiamkan di garasi, kabin mesin bahkan menjadi sarang tikus.

    PRIMANDA ANDI AKBAR 

    Baca: Jarang Dipakai karena WFH 7 Tips Merawat Mobil Agar Tetap Prima


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.