Krisis Chip Berkepanjangan, Hyundai Indonesia Pastikan Pasokan Aman

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Hyundai Mobil Indonesia menawarkan program

    PT Hyundai Mobil Indonesia menawarkan program "Hyundai iCare Program 2009 - Mudik Lebaran" ini digelar Hyundai 1-30 September 2009. (www.netcarshow.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Krisis chip tengah melanda industri otomotif dunia. Sejumlah pabrikan mobil dunia terpaksa memangkas produksinya akibat kekurangan semikonduktor. Namun pasokan mobil Hyundai di Indonesia masih aman.

    Menurut Managing Director PT Hyundai Motors Indonesia, Makmur, pasokan mobil untuk pasar Tanah Air saat ini masih normal dan tidak ada pemangkasan. Soal krisis chip ini, Makmur mengatakan masih belum terpengaruh karena sudah diantisipasi Hyundai global.

    "Sejauh ini tidak ada pengurangan pasokan karena Hyundai global melihat potensi market di Indonesia sangat besar. Mereka tetap berusaha untuk membantu kita karena penjualan kita terus mengalami peningkatan," kata Makmur saat ditemui Tempo di Jakarta, Selasa, 14 September 2021.

    Makmur mengakui bahwa kelangkaan semikonduktor ini pada dasarnya berdampak ke semuanya. Namun Hyundai global sudah mengatur dengan baik masalah pasokan serta produksi ini.

    "Hyundai global pasti terkena dampak juga, apalagi mereka juga memasok untuk seluruh dunia. Tapi mereka sudah on going untuk mengatur masalah krisis semikonduktor ini," jelasnya.

    Hyundai Indonesia sendiri masih belum bisa memperkirakan bagaimana dampak krisis chip ini ke depannya. Namun mereka yakin bahwa Hyundai global akan mengatur pasokan mobil untuk Indonesia dengan baik, apalagi jika melihat peningkatan penjualan yang terjadi di tahun ini.

    Makmur mengaku bahwa Hyundai Indonesia telah mengalami peningkatan penjualan di 2021. Jika pada 2020 penjualan mobil hanya sekitar 50 sampai 100 unit dalam sebulan, di tahun ini penjualan sudah berada di atas 300 unit sebulan.

    Baca: Hyundai akan Gunakan Chip Semikonduktor Buatan Sendiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.