Perkiraan Harga All New Honda BR-V dan Perbandingan dengan Pesaingnya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda N7X Concept. (Honda)

    Honda N7X Concept. (Honda)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) akan meluncurkan mobil baru hari ini, Selasa, 21 September 2021, yakni All New Honda BR-V. Kehadiran SUV ini akan bersaing dengan sejumlah mobil lain yang berada di segmen low SUV.

    All New BR-V akan menjadi pesaing tangguh bagi Toyota Rush GR Sport dan Daihatsu Terios facelift yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Selain itu, SUV baru Honda ini juga akan menjadi rival bagi Suzuki XL7, Mitsubishi Xpander Cross, hingga DFSK Glory 560.

    Selain bersaing dari sisi desain, fitur, dan mesin, mobil-mobil ini juga akan bersaing dari sisi harga. Soal harga, mayoritas pemain di segmen ini dipasarkan dengan harga di bawah Rp 300 jutaan. Hanya Mitsubishi Xpander Cross Rockford Fosgate Black Edition saat diluncurkan pada Juni lalu dipasarkan dengan harga Rp 312,65 juta.

    Meskipun belum diumumkan secara resmi, namun diperkirakan kemungkinan akan dipasarkan dengan harga di bawah Rp 300 juta. Tetapi satu varian tertingginya dengan teknologi Honda Sensing bisa saja dijual di atas Rp 300 juta.

    Harga tersebut cukup kompetitif dengan pesaing lainnya, sebut saja Toyota Rush yang dipasarkan dengan harga Rp 259,4 juta untuk varian terendah 1.5 G M/T dan Rp 280,9 juta untuk varian tertinggi 1.5 S A/T GR Sport.

    Sementara Daihatsu Terios 2021 yang sudah dibekali fitur Eco Idle dijual dengan banderol mulai dari Rp 205,1 juta hingga Rp 255,6 juta.

    Kemudian Suzuki XL7 dilego dari harga Rp 236,15 juta sampai dengan Rp 272,732 juta. Harga DFSK Glory 560 juga ikut bersaing dalam segmen low SUV, yakni Rp 202, 5 juta.

    Baca juga: Selain BR-V, Honda Juga akan Meluncurkan All New Mobilio?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.