Output Baterai Mobil Listrik Cina Melonjak 180 Persen Lebih

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Skuter listrik BMW C Evolution dibekali dengan baterai sebesar 8 kWh yang menyediakan tenaga hingga 96,5 km dan juga menggunakan komponen elektronik sama seperti yang ada pada mobil listrik BMW i3. motoron.com.tr

    Skuter listrik BMW C Evolution dibekali dengan baterai sebesar 8 kWh yang menyediakan tenaga hingga 96,5 km dan juga menggunakan komponen elektronik sama seperti yang ada pada mobil listrik BMW i3. motoron.com.tr

    TEMPO.CO, Jakarta - Output produksi baterai mobil listrik di Cina melonjak 183,5 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 129,6 GWh dalam empat bulan pertama 2022.

    Menurut data China Automotive Battery Innovation Alliance, pada periode Januari-April di Cina memproduksi 81 GWh baterai lithium iron phosphate yang melonjak 283,1 persen dibandingkan 2021.

    Output baterai lithium ternary mencapai 48,3 GWh, naik 97,2 persen YoY. Sebanyak 64,5 GWh baterai dipasang di kendaraan listrik Cina selama periode tersebut, naik 104,1 persen YoY.

    Pada April saja, output baterai NEV adalah 29 GWh, turun 26,1 persen dari Maret.

    Penjualan mobil listrik di Cina meningkat 78,4 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 282.000 unit bulan lalu meski menurut Asosiasi Mobil Penumpang Cina, terjadi pandemi Covid-19.

    BacaNio Luncurkan Layanan Penyewaan Baterai Mobil Listrik

    Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.



     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Tren Covid-19 Kembali Meningkat Sepekan Setelah Lebaran, Sudah Siap Jadi Endemi?

    Kasus virus corona melonjak sepekan setelah libur lebaran. Di kesempatan lain, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi mulai transisi ke endemi.