Berapa Jarak Aman Berkendara di Jalan Tol?

Reporter

Editor

Nurhadi

Foto udara kendaraan antre melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Minggu 8 Mei 2022. PT Jasa Marga menyatakan arus lalu lintas kendaraan yang kembali menuju ke Jabotabek dari arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebanyak 405.393 kendaraan atau meningkat sebesar 155,5 persen dari lalu lintas normal. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

TEMPO.CO, Jakarta - Dalam berkendara, risiko pasti selalu ada, tak terkecuali ketika berkendara di jalan tol. Hal itu karena kendaraan berpacu dalam kecepatan tinggi. Terdapat sejumlah pengetahuan umum agar bisa berkendara dengan nyaman dan tidak membahayakan diri sendiri serta orang lain. Salah satunya adalah mengetahui jarak aman berkendara di jalan tol.

Melansir dari laman resmi Nissan, secara umum, jarak ideal antarkendaraan ketika melaju di jalan tol adalah sekitar 10-20 meter. Bagi pengendara pemula, metode ‘Jarak 3 Detik’ dapat digunakan. Dalam metode ini, pengendara dapat menggunakan selisih waktu antara mobil yang dikendarai dengan mobil yang ada di depan sekitar tiga detik.

Gunakan objek lain yang ada di pinggir jalan untuk dijadikan sebagai patokan. Misal dengan berpatokan pada titik kilometer, maka tunggulah mobil di depan melewati satu titik kilometer selama tiga detik dan lalu kemudian giliran Anda yang lewat.

Selain itu, bisa juga menggunakan cara lain, seperti melihat ban belakang dari kendaraan yang ada di depan. Jika masih bisa melihat ban belakang mobil di depan, berarti masih berada dalam jarak aman.

Dalam menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, penting untuk menjaga kecepatan pada batas yang disarankan. Aturan kecepatan berkendara ini diatur dalam Pasal 23 ayat 4 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu-lintas dan Angkutan Jalan.

Hal itu juga diperjelas dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan pasal 3 ayat 4. Pada butir itu disebutkan bahwa batas kecepatan di jalan bebas hambatan adalah 60 hingga 100 kilometer per jam. Pertahankan kecepatan pada rentang tersebut selama berkendara.

Dilansir dari laman Nissan dan Suzuki, berikut tips mengemudi di jalan tol:

1. Selalu fokus dan jaga konsentrasi 

Karakteristik jalan tol yang relatif lurus dan mengharuskan menggunakan kecepatan yang stabil memang berpotensi memberikan rasa bosan dan kantuk bagi pengendara di jalan tol. Kurangnya fokus dan konsentrasi karena rasa kantuk sangat beresiko bagi pengendara. Jika mulai merasa bosan dan mengantuk, segera segarkan kembali tubuh, bisa dengan minum air putih atau mendengarkan musik.

2. Gunakan jalur lambat

Apabila dirasa kurang yakin menggunakan jalur cepat atau jalur kanan, gunakan jalur lambat demi kenyamanan berkendara. Pada jalur kiri atau lambat rata-rata kecepatan yang diperlukan lebih kecil, yakni pada kisaran 60-80 km per jam saja.

3. Tetap tenang dan jangan panik

Jika sewaktu-waktu mobil Anda mengalami gangguan di jalan tol, usahakan untuk tetap tenang. Nyalakan lampu sen ke pinggir jalan dan turunkan kecepatan mobil secara bertahap. 

Selama mematuhi peraturan, berkendara di jalan tol tentu akan aman. Pastikan selalu untuk melihat spion dan memberi tanda kepada pengendara lain sebelum memotong jalan dan gunakan selalu sabuk pengaman selama perjalanan. 

HATTA MUARABAGJA

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Berkendara di Jalan Tol






Dua Ruas Tol Ini serta 8 Tol Fungsional Siap Dukung Lalu Lintas Nataru

21 jam lalu

Dua Ruas Tol Ini serta 8 Tol Fungsional Siap Dukung Lalu Lintas Nataru

Kementerian PUPR memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan dengan kondisi mantap.


Tips Naik Sleeper Bus agar Perjalanan Aman dan Nyaman

3 hari lalu

Tips Naik Sleeper Bus agar Perjalanan Aman dan Nyaman

Satu hal yang membedakan sleeper bus dengan bus lainnya ialah kursi-kursinya yang berjenis reclining seat.


Lakukan 4 Hal ini Agar Tak Sembelit Saat Perjalanan Jauh

3 hari lalu

Lakukan 4 Hal ini Agar Tak Sembelit Saat Perjalanan Jauh

Salah satu penyumbang terbesar sembelit adalah keadaan dehidrasi. Ketika tubuh tidak memiliki cukup cairan, itu menjadi salah satu sebabnya.


Menjelang Natal dan Tahun Baru, PUPR Pastikan Kesiapan Jalan Tol dan Jembatan Nasional

4 hari lalu

Menjelang Natal dan Tahun Baru, PUPR Pastikan Kesiapan Jalan Tol dan Jembatan Nasional

Selain jalan tol, Kementerian PUPR juga menyatakan memperhatikan kesiapan jalan nasional dan antisipasi cuaca ekstrem.


Bayar Tol Nirsentuh MLFF Segera Diberlakukan, Tarif Sesuai Jarak

5 hari lalu

Bayar Tol Nirsentuh MLFF Segera Diberlakukan, Tarif Sesuai Jarak

BPJT segera memberlakukan sistem bayar tol nirsentuh MLFF. Korlantas Polri digandeng untuk memasok data mobil secara nasional.


Toyota Siapkan 1 Rangkaian Mobil untuk Dikembangkan Jadi KBLBB

5 hari lalu

Toyota Siapkan 1 Rangkaian Mobil untuk Dikembangkan Jadi KBLBB

PT Toyota Astra Motor (TAM) menyiapkan satu rangkaian mobil untuk dikembangkan menjadi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).


Honda CR-V Bertenaga Hidrogen Bakal Diluncurkan pada 2024

6 hari lalu

Honda CR-V Bertenaga Hidrogen Bakal Diluncurkan pada 2024

Honda CR-V hidrogen ini akan menggunakan basis dari Honda CR-V generasi terbaru yang diluncurkan tahun ini.


Cara Memilih dan Menggunakan Car Seat untuk Anak

6 hari lalu

Cara Memilih dan Menggunakan Car Seat untuk Anak

Memilih dan menggunakan car seat perlu mempertimbangkan usia dan berat badan anak


Pelat Nomor Dicopot Kena Tilang Manual, Sepeda Motor Disita

7 hari lalu

Pelat Nomor Dicopot Kena Tilang Manual, Sepeda Motor Disita

Mencopot pelat nomor kebanyakan dilakukan pada sepeda motor untuk menghindari kamera ETLE. Pelaku bakal dikenai tilang manual.


Balap Liar Motor Bisa Tilang Manual, Salah Satunya di JLNT Casablanca

7 hari lalu

Balap Liar Motor Bisa Tilang Manual, Salah Satunya di JLNT Casablanca

Dia menerangkan ada dua jenis pelanggaran oleh rombongan motor pelaku balap liar di JLNT Casablanca yang bisa kena tilang manual, yakni balap liar dan