Lahirkan Mobil Esemka, Alasan SMK 1 Trucuk Tak Ikut Proyek Mahesa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa program teknik kendaraan ringan (TKR) SMK N 1 Trucuk Kabupaten Klaten mengecek mesin mobil Kiat Esemka tipe SUV yang diparkir di garasi sekolahnya, Kamis 26 Oktober 2017. Tempo/Dinda Leo Listy

    Seorang siswa program teknik kendaraan ringan (TKR) SMK N 1 Trucuk Kabupaten Klaten mengecek mesin mobil Kiat Esemka tipe SUV yang diparkir di garasi sekolahnya, Kamis 26 Oktober 2017. Tempo/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Klaten – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Trucuk Kabupaten Klaten, yang ikut membantu lahirnya mobil Esemka, tidak terpilih dalam proyek pengembangan mobil perdesaan atau Mahesa Nusantara yang diinisiasi Kementerian Perindustrian.

    “Karena kami terkenalnya sebagai SMK Pertanian. Di sini cuma ada satu program keahlian teknik kendaraan ringan (TKR). Berbeda dengan SMK lain yang lebih lengkap, punya jurusan otomotif, mesin, listrik, dan lain-lain,” kata Sutrisno, Kepala Program TKR SMK N 1 Trucuk, saat ditemui Tempo di kantornya pada Kamis, 26 Oktober 2017.

    Baca: Mahesa Nusantara Bisa Dijual Murah, Ini Penyebabnya

    Seperti diketahui, pada 2016, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan pihak karoseri dan sejumlah SMK untuk mengembangkan kendaraan perdesaan. Salah satu SMK yang terpilih adalah SMK N 2 Klaten. Sejak 2016, SMK N 2 Klaten dan Karoseri ABC Semarang sudah membuat mobil perdesaan dengan kapasitas mesin lebih besar dari Moda Angkutan Hemat Perdesaan atau Mahesa Nusantara.

    Mahesa merupakan kendaraan perdesaan yang diinisiasi Sukiyat, pemilik bengkel Kiat Motor di Jalan Solo-Yogya, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten. Purwarupa tiga tipe Mahesa baru diluncurkan Sukiyat pada 2017. Sukiyat juga dikenal sebagai perintis mobil Esemka, yang idenya berawal saat dia melatih siswa SMK N 1 Trucuk membuat bodi mobil secara manual pada 2007.

    Setelah pamor mobil Esemka melambung karena digunakan sebagai kendaraan dinas Wali Kota Surakarta Joko Widodo—sekarang Presiden RI—pada 2012 dan ramai dibahas soal rencana produksi massalnya, nama Sukiyat dan SMK N 1 Trucuk pun lambat laun pudar di media massa.

    Baca: Interior Mahesa Nusantara Serasa Naik Suzuki Carry Tahun 90an

    Sejak itu, siswa SMK N 1 Trucuk juga sudah tidak berlatih membuat bodi mobil meski Sukiyat hingga kini masih menjabat sebagai ketua komite di sekolah tersebut. “Sekarang pelajaran tentang bodi mobil itu ada jurusannya sendiri. Kalau mau berfokus ke sana, tidak ada kurikulumnya di TKR,” kata Sutrisno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.