2017, AHM Targetkan Penjualan Honda CRF 150L Tembus 5 Ribu Unit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jurnalis menjajal Honda CRF 150L di Sirkuit Serpong, Tangerang Selatan, Kamis 9 November 2017. Sumber: AHM

    Sejumlah jurnalis menjajal Honda CRF 150L di Sirkuit Serpong, Tangerang Selatan, Kamis 9 November 2017. Sumber: AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) telah merilis All New Honda CRF 150L di Spring Club, Serpong, Kamis 9 November 2017. Motor yang menggunakan lokal konten hingga 98 persen ini dirakit di pabrik Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. AHM mematok target penjualan hingga akhir tahun 5 ribu unit.

    "Targetnya 35 ribu unit per tahun. Kalau tahun ini sekitar 5 ribu," ujar Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya, usai acara peluncuran, Kamis 9 November 2017.

    Baca: Honda CRF 150L Tidak Menggunakan Mesin CB150R, Ini Alasannya

    Ia menyatakan optimistis target itu tercapai. Apalagi, kata Thomas, ceruk pasar motor model trail ini terus mengalami pertumbuhan. Menurut data yang dimiliki AHM, pasar motor model trail itu pada empat tahun lalu hanya 4 persen, sedangkan tahun ini sudah naik menjadi 12 persen.

    "Tahun ini selama tiga kuarter, awal tahun penjualan kami pada kuarter pertama 154 unit, berlipat pada kuarter ketiga mencapai 431 unit dari produk adventure termasuk CRF," kata Thomas.

    Baca: Honda CRF 150L Dirilis, AHM Siapkan Aksesori Mulai Harga Rp 100 Ribu

    Saat ini, pasar motor trail masih dikuasai kompetitor asal Jepang yaitu Kawasaki KLX 150. Kemungkinan Honda CRF 150L akan menggasak pasar Kawasaki KLX 150, Thomas menjawab diplomatis bahwa Honda ingin memperluas pasar dan menawarkan pilihan kepada konsumen. Optimistis itu ditambah, kata dia, bahwa Honda CRF 150L sudah bisa ditebus di setiap dealer di seluruh Indonesia pada akhir bulan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.