Jumat, 25 Mei 2018

Motor Cafe Racer Tak Cocok untuk Harian, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha Scorpio hasil modifikasi dari bengkel Red Zone Company, di Jalan Buaran Raya no 10, Klender, Jakarta Timur, Rabu 6 Desember 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    Yamaha Scorpio hasil modifikasi dari bengkel Red Zone Company, di Jalan Buaran Raya no 10, Klender, Jakarta Timur, Rabu 6 Desember 2017. TEMPO/GRANDY AJI

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir-akhir ini motor modifikasi bergaya cafe racer menjadi salah satu tema yang sering dipilih oleh para pecinta modifikasi motor. Namun, tema modifikasi motor cafe racer dirasa kurang cocok digunakan untuk sehari-hari. 

    "Karena pada dasarnya motor cafe racer itu merupakan motor balap," kata Timothy, pemilik bengkel Red Zone Company, saat ditemui Tempo, di Kawasan Buaran, Jakarta Timur, Rabu 6 Desember 2017.

    Baca: 5 Motor Bergaya Cafe Racer Modern Dipamerkan di EICMA
    Timothy mengatakan peruntukkan motor cafe racer pada awalnya memang bukan untuk motor harian. Tidak heran bila jarang ditemui karya modifikasi cafe racer digunakan untuk harian.

     
    Cafe racer sendiri memiliki posisi berkendara menunduk layaknya motor balap. Desain inilah yang menurut Timothy sering dikeluhkan oleh pengendaranya yang menggunakan untuk transportasi harian.

    Simak: Honda Luncurkan CB150R Exmotion Gaya Cafe Racer

    "Kadang orang bikin motor bentrok dengan tampilan, ya itu yang susah. Alasannya itu pegal, karena posisi berkendaranya (motor cafe race agak membungkuk. Jadi ya cepat pegal dan cepat lelah dipakai untuk harian," ujarnya.
     
     

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.