BMW - Solid Power Kembangkan Baterai Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BMW Logo (Dok. BMW)

    BMW Logo (Dok. BMW)

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen otomotif asal Jerman, BMW AG bermitra dengan perusahaan baterai Solid Power. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan generasi selanjutnya solid state battery mobil listrik.

    BMW dalam hal itu akan membantu Solid Power berbagi teknologi untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik berperforma tinggi, mengutip Reuters, Senin, 18 Desember 2017. 

    Baca: BMW Buka Dealer Khusus Kendaraan Listrik di Jakarta

    Solid state battery adalah baterai berteknologi tinggi yang memiliki kapasitas besar. Baterai ini diklaim memiliki ukuran lebih kecil, waktu pengisian daya lebih cepat, dan memiliki jarak tempuh lebih jauh dibandingkan baterai lithium-ion yang digunakan mobil listrik saat ini.

    Baterai adalah hal krusial dalam mobil listrik. Para produsen otomotif tengah berlomba merancang baterai yang efisien dari segi biaya produksi, tetapi memiliki performa tinggi.

    Simak: Sambut Mobil Listrik, BMW Dukung PLN Bangun SPLU Canggih

    Solid Power, perusahaan yang berdiri sejak 2012 menjelaskan bahwa solid state battery mampu menjawab hal tersebut. Sebab baterai ini diklaim mampu menghilangkan beberapa fitur yang menjadi faktor mahalnya produksi baterai lithium-ion.

    Sebelumnya, Toyota Motor Co, yang mengklaim dirinya sebagai pemain berpengaruh menyambut era mobil listrik sudah lebih dahulu mengumumkan pengembangan solid state battery. Perusahaan ini berencana akan meluncurkan mobil listrik yang menggunakan baterai tersebut pada awal 2020.

    Produsen otomotif asal Jerman lainnya, Continental AG tengah mempertimbangkan menambah investasi untuk pengembangan solid state battery. Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Elmar Degenhart pada bulan lalu.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.