Dua Model Terlaris Royal Enfield Diluncurkan di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Royal Enfield Classic Stealth Black 500cc (kiri) dan Classic Gunmetal Grey 350cc. ANTARA/HO/Royal Enfield

    Royal Enfield Classic Stealth Black 500cc (kiri) dan Classic Gunmetal Grey 350cc. ANTARA/HO/Royal Enfield

    TEMPO.CO, Jakarta - Royal Enfield mengenalkan dua varian baru dari seri terlarisnya, yakni Classic Gunmetal Grey 350 cc dan Classic Stealth Black 500 cc, yang dibalut dengan tampilan hasil warna akhir matte.

    Selain itu, Royal Enfield menyematkan rem cakram depan dan belakang untuk kedua varian tersebut guna memunculkan kesan gagah dan responsif dalam bermanuver. Demikian keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin, 5 Januari 2018.

    Simak: Terungkap: Begini Sosok Royal Enfield Interceptor 650

    Kedua varian anyar tersebut diluncurkan pada Sabtu, 3 Februari 2018, sebagai bagian dari perayaan dua tahun kehadiran Royal Enfield di Indonesia. Royal Enfield meyakini varian anyar itu akan sesuai dengan gaya pengendara sepeda motor modern sembari tetap menjaga karakternya sebagai jenama legendaris.

    "Kami terus berupaya menghadirkan segala sesuatu yang otentik. Dengan semangat ini, varian Classic Gunmetal Grey dan Stealth Black menjadi sebuah ekspresi diri yang seolah menggambarkan nuansa malam kala para rider menikmati pergantian hari dalam perjalanan mereka," kata Presiden Royal Enfield Rudratej Singh.

    Simak: Inilah Bentuk Asli Motor Royal Enfield Chopper yang Dibeli Jokowi

    Royal Enfield Classic pertama kali diperkenalkan pada 2008 sebagai penghormatan gara retro sepeda motor khas Inggris pada era pasca-Perang Dunia II.

    Royal Enfield Classic Gunmetal Grey 350 cc dibanderol seharga Rp 79,9 juta untuk on the road (OTR) Jakarta dan Classic Stealth Black 500 cc ditawarkan dengan harga Rp 95,9 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.