5 Tips Menghindari Kecurangan Pengisian Bahan Bakar di SPBU

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video tentang dugaan kecurangan pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur. facebook.com

    Video tentang dugaan kecurangan pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Akhir pekan lalu, warganet dihebohkan dengan video pengemudi Nissan Serena diduga mengalami aksi kecurangan saat mengisi bahan bakar di SPBU yang diklaim berada di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam video berdurasi 41 detik itu, pemilik mobil menduga telah terjadi kecurangan di pompa bensin tersebut. Sebabnya kapasitas tangki mobil yang hanya 60 liter, ternyata diisi hingga 73 liter oleh petugas SPBU.

    Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dian Hapsari Firasati mengatakan pihak SPBU langsung meminta maaf kepada pemilik mobil. "Pihak SPBU langsung mencari solusi bersama dan hanya membebankan biaya Pertalite sebesar 55 liter kepada konsumen," kata Dian melalui pesan singkat, Minggu, 25 Maret 2018.

    Baca: Pertalite Digunakan di Motor Keluaran Lama, Ini Kata Komunitas

    Dia mengatakan pihaknya selalu memastikan kepuasan pelayanan kepada pelanggannya. Hal tersebut dilakukan Pertamina dengan mengecek langsung ke ke SPBU 34 13501 tersebut. Demi memastikan terjaminnya kepuasan pelanggan, pihaknya pun telah melakukan uji tera nozzle Pertalite di sana.

    Untuk menghindari aksi kecurangan seperti yang dialami pengendara Nissan tersebut, pemilik kendaraan wajib lebih teliti dan jeli saat petugas SPBU mengisi tangki bahan bakar. Meski SPBU mengklaim memberikan layanan terbaik, namun sejumlah petugas SPBU melakukan kecurangan. Berikut tips menghindari kecurangan petugas SPBU:

    1. Mintalah Meteran Mulai dari Nol
    Ketika akan mengisi bahan bakar di SPBU, pengendara wajib meminta petugas SPBU memulai meteran dari nol. Meski banyak SPBU yang telah menerapkan hal tersebut sebagai salah satu prosedur utama. Namun tidak ada salahnya, pembeli mengingatkan petugas SPBU. Hal ini untuk menghindari kecurangan.

    2. Selalu Awasi Lajunya Meteran
    Meski meteran sudah dimulai dari nol, pembeli bahan bakar tidak ada salahnya mengawasi lajunya meteran SPBU. Hal ini untuk mengamati jika ada praktek kecurangan yang lain. Beberapa bulan sebelumnya, pengguna facebook sempat mengungah bahwa saat mengisi bahan bakar dengan nominal Rp10 ribu. Namun, saat mengamati meteran, ia mengklaim angka meteran tak melewati angka 9 ribu. Namun hingga kini, unggahan tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan karena tak menyertakan video kecurangan. Bagi, pengendara tidak ada salahnya lebih jeli dan teliti.

    3. Kenali kapasitas tangki bahan bakar kendaraan
    Pengendara wajib mengenali kapasitas kendaraannya hal ini untuk menghindari praktek kecurangan yang terjadi pada pengemudi Nissan Serena. Sehingga ketika mengisi bahan bakar hingga penuh, pengemudi bisa memastikan sesuai dengan kapasitas. Bila tak sesuai dan menemui kejanggalan, pemilik kendaraan bisa mengadu ke suplayer bahan bakar.

    Baca: Produk Baru Total Tantang Pertalite Buatan Pertamina, Harganya..

    4. Menggoyangkan Tangki Bahan Bakar
    Selalu mengisi bahan bakar dengan menggoyangkan tangki bahan bakar. Kiat ini agar tangki terisi sempurna karena seperti motor ketika diisi bahan bakar kemungkinan ada udara yang masuk dan posisi miring. Pada kendaraan roda dua, pengisian juga bisa dilakukan dengan posisi standar tengah atau tegak. Hal ini untuk memaksimalkan pengisian bahan bakar selain menggoyangkan tangki bahan bakar.

    5. Melapor ke Suplayer Bahan Bakar
    Jika pengendara menemukan aksi kecurangan segera melaporkan praktek kecurangan oleh SPBU ke suplayer bahan bakar. Jika produk lokal, pemilik kendaraan bisa melaporkan pada Pertamina dengan menghubungi contact center 1 500 000. Hal serupa juga bisa dilakukan untuk bahan bakar merek lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.