Penjualan Mobil Bekas Terdongkrak Kebijakan Ganjil-genap

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjualan Mobil Bekas Melonjak

    Penjualan Mobil Bekas Melonjak

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan ganjil-genap yang diterapkan oleh pemerintah terhadap kendaraan pribadi yang akan masuk di jalan tol Jakarta-Cikampek atau jalan lainnya mendorong penjualan mobil bekas.

    Manajer Senior Bursa Mobkas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menuturkan, kebijakan pemerintah tersebut membuat peningkatan penjualan kendaraan bermotor mobil bekas mengalami peningkatan sekitar 5 persen.

    “Kalau 5 persen ada, kita mau blessing. Itu akan ajaib kebijakan itu. kita pedagang senang-senang saja,” kata Herjanto kepada Bisnis pada Senin 2 April 2018.

    BacaPembiayaan Otomotif, Kredit Mobil Bekas Berkontribusi 35 Persen

    Dia menjelaskan, masyarakat yang telah memiliki kendaraan dan memiliki pelat nomor genap membutuhkan kendaraan dengan pelat nomor ganjil ketika berada di hari di mana yang kendaraan diperbolehkan jalan adalah mobil dengan pelat nomor ganjil.

    Oleh karena itu, lanjutnya, mereka memilih membeli kendaraan mobil bekas karena dapat mengetahui pelat nomor yang akan diterimanya.

    Kondisi tersebut berbeda dengan pelat nomor kendaraan ketika membeli mobil baru yang tidak bisa diketahui. Untuk diketahui, pada bulan lalu, perusahaan mencatat telah melakukan penjualan mobil bekas sebanyak 2.700 unit.

    Baca: Toyota Avanza Rajai Bursa Mobil Bekas Kuartal I 2018

    Sepanjang tahun ini, lanjutnya, perusahaan menargetkan dapat melakukan penjualan mobil bekas sebanyak 35.000 unit. Target tersebut lebih rendah 2.000 unit dibandingkan dengan tahun lalu, yakni 37.000 unit mobil bekas. Perusahaan menargetkan penjualan mobil bekas lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya lantaran 2018 adalah tahun politik.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.