Rabu, 17 Oktober 2018

Alasan Suzuki Indonesia Belum Memasukkan Swift

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Swift 2018. (Maruti Suzuki)

    Suzuki Swift 2018. (Maruti Suzuki)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) masih mempertimbangkan untuk memboyong Suzuki Swift generasi terbaru ke Indonesia. Petinggi SIS belum mau berkomentar banyak meskipun mobil hatchback tersebut sudah dipasarkan di beberapa negara.

    Head Of 4W Brand Development & Marketing Research SIS Harold Donnel mengatakan, saat ini, perusahaan punya mainan baru di kelas hatchback. Sejak medio 2017, SIS mengimpor secara utuh atau completely built up (CBU) Baleno Hatchback. Di sisi lain, perusahaan menghentikan penjualan Swift sejak Maret 2017. “Pengembangan Baleno memang lebih didahulukan secara global. Selain itu, new feel juga lebih dapat dengan Baleno,” katanya kepada Bisnis, Minggu, 15 April 2018.

    Baca: Suzuki Swift Sport BeeRacing Dirilis: Tampangnya Sporty Banget

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Baleno saat ini menguasai 19,85 persen pasar sedan buntung. Sebagai pemain baru, mobil ini sudah menancapkan kaki di urutan ketiga di kelasnya.

    Harold mengatakan Baleno Hatchback adalah satu senjata utama untuk mengincar kaum muda di Indonesia. Berdasarkan riset internal perusahaan, konsumen Suzuki berusia di atas 35 tahun. Padahal, berdasarkan data sensus penduduk 2015, Indonesia tengah mengalami lonjakan penduduk berusia 18-35 tahun.

    Baleno sendiri sebenarnya bukan nama asing bagi dunia otomotif Indonesia. Baleno telah menjadi bagian sejarah perkembangan sedan kecil sejak pertama kali diperkenalkan pada 1996 di Tanah Air. Versi hatchback atau sedan buntung diluncurkan Suzuki karena melihat tren pasar. Harold menjelaskan, pada periode 1990 hingga awal 2000, sedan menjadi pilihan eksekutif muda. Kesuksesan anak muda diukur berdasarkan kepemilikan jenis mobil itu.

    Baca: Maruti Akan Rilis Suzuki Swift Transmisi 6 Speed

    Transformasi sedan menjadi sedang buntung dimulai sekitar 2004-2005. Perubahan ini seiring dengan kepadatan jalan di kota besar. Sedan buntung memiliki radius putar lebih baik dibandingkan dengan sedan yang memiliki bodi panjang. Suzuki Motor Corporation (SMC) pekan lalu mulai mengekspor Suzuki Swift baru. Mobil tersebut diproduksi Suzuki Motor Gujarat Private Limited (SMG), 100 persen anak perusahaan SMC, untuk merakit mobil di India. Swift anyar dikirim dari Pelabuhan Mumbai ke Afrika Selatan dengan Maruti Suzuki sebagai eksportir.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.