Kamis, 24 Mei 2018

Pulau di Cina Ini Batasi Penjualan Mobil Bahan Bakar Fosil

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Showroom mobil di Cina

    Showroom mobil di Cina

    TEMPO.CO, Haikou - Provinsi Kepulauan Hainan di Cina akan membuat sebuah kebijakan untuk mengontrol penjualan mobil baru.

    Namun demikian, kebijakan ini hanya berlaku untuk mobil konvesional berbahan bakar fosil dan tidak termasuk untuk mobil energi terbarukan, termauk mobil listrik. Kejikaan bertujuan untuk mengontrol jumlah mobil dengan cara mengatur kuota registrasi mobil baru.

    Kebijakan ini ditargetkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2018. Dalam kebijakan ini, pelat nomor untuk mobil baru, kecuali mobil dengan energi alternatif (termasuk mobil listrik), hanya dapat diperoleh melalui sistem undian dan penawaran.

    Baca: Kota Hangzhou Mulai Bangun Fasilitas Charging Mobil Listrik

    Pemerintah Provinsi Hainan belum mengumumkan jumlah kuota yang tersedia untuk mobil baru. Registrasi mobil baru akan dihentikan mulai 16 Mei 2018 hingga 31 Juli 2018.

    Hainan berencana untuk membuat semua kendaraan yang beroperasi di wilayahnya menggunakan energi alternatif, termasuk mobil listrik, pada 2030. Langkah ini sebagai bentuk promosinya terhadap energi ramah lingkungan.

    Baca: Bebas Pajak, Penjualan Mobil Listrik di Cina Melonjak

    Pulau ini memiliki lebih dari 9 juta penduduk dengan populasi kendaraan bermotor mencapai sekitar 1,18 juta unit. Pemerintah setempat berencana untuk memperkenalkan 5.600 kendaraan energi alternatif ke pasaran dan membangun lebih dari 10.000 pos pengisian ulang baterai tahun ini.

    CHINA DAILY | RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.