Alasan 5 Komunitas Gelar Aksi Pakai Helm di Kepala

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CrossHelmet X1 saat dipakai. Kredit:motorcycle.com

    CrossHelmet X1 saat dipakai. Kredit:motorcycle.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak lima komunitas bergabung menggelar Aksi Simpatik Pahala singkatan dari Pakai Helm di Kepala yang menyasar para pesepeda motor di Jakarta, pada Jumat 1 Juni 2018 petang. Aksi simpatik itu melibatkan lima entitas antara lain Adventurous Riders Club (ARC) R15 Jakarta, Jarak Aman, Independent Bikers Club (IBC) Jakarta, Skills Jakarta, dan Alanbikerscom, yang menyasar pengendara sepeda motor di Jalan Asia Afrika, Senayan.

    Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, mengatakan sekira 90 persen pengguna sepeda motor yang meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan dipicu karena luka di kepala dan leher.

    Baca: Di Jakarta Fair, Helm KYT dan MDS Dijual Mulai Rp 150 Ribuan

    Dia menambahkan, memakai helm saat berkendara merupakan "ikhtiar" guna mereduksi dampak terjadinya kecelakaan. "Kami berharap, memakai helm menjadi sebuah kebutuhan, bukan semata kewajiban," ujar Edo Rusyanto di sela aksi simpatik itu dalam keterangan tertulisnya.

    Edo Rusyanto mengatakan, menggunakan helm saat berkendara merupakan wujud menjaga keseimbangan hak dan kewajiban di jalan raya, yang sesuai dengan sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    "Gerakan moral seperti ini juga bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila, terkait dengan kemanusiaan yang beradab maupun keadilan sosial," kata Edo Rusyanto terkait pelaksanaan aksi yang digelar pertepatan pada hari lahir Pancasila itu.

    Ketua pelaksana Aksi Simpatik Pahala, Didit Prasetya, mengatakan kegiatan itu merupakan wujud kepedulian ARC R15 sebagai sesama pengguna sepeda motor. "Pokoknya, naik motor harus selalu ingat Pahala," katanya.

    Baca: Jakarta Fair: Helm KYT Replika MotoGP Dijual Mulai Rp 1,2 Juta

    Ketua IBC Jakarta, Rio Winto, mengatakan pihaknya juga membagikan helm kepada sejumlah pesepeda motor. Pembagian helm menjadi simbolis guna menyoroti pentingnya memakai alat keselamatan bagi pesepeda motor. "Sambil membagikan helm, kami juga mengajak pesepeda motor untuk selalu pakai helm saat di mengendarai motor," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.