Ingin Nyaman Saat Mudik, Periksa 4 Hal Ini pada Ban Mobil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ban mobil BMW M 135i terbaru, dalam acara peluncurannya, di Jakarta, Rabu (22/5). TEMPO/Imam Sukamto

    Ban mobil BMW M 135i terbaru, dalam acara peluncurannya, di Jakarta, Rabu (22/5). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ban merupakan komponen vital pada kendaraan, terutama saat mudik 2018. Memasuki H-6 menjelang Lebaran, berdasarkan pantauan Tempo pada 9 Juni 2018, bengkel di sepanjang Jalan Alternatif Cibubur terpantau ramai dan sibuk. Salah satu bengkel ban di Cibubur, Tidar Ban, memaparkan beberapa cara mengecek kelayakan ban sebelum mudik.

    Aang, mekanik Tidar Ban di Cibubur, mengatakan pengecekan keadaan ban meliputi memeriksa  tekanan angin setiap satu bulan, cek kedalaman alur atau kembang telapak ban, periksa keausan ban yang tidak merata, serta periksa keretakan atau ban yang sobek.

    Baca: Mudik: Pengemudi Bisa Pantau CCTV Kepadatan Jalan Tol Lewat Situs

    Ia melanjutkan, cara memeriksa ban yang sudah tidak layak bisa dengan melihat apakah ban itu sudah getas atau belum serta kembang ban masih ada atau tidak. “Ban yang sudah getas ditandai dengan keretakan, yang terlihat pada bagian permukaan ban, sedangkan kembang ban terlihat sudah halus,” katanya, Sabtu, 9 Juni 2018.

    “Untuk ban sebenarnya tidak ada masa kedaluwarsanya, hanya saja kualitas ban menurun setelah memasuki masa lima tahun pemakaian. Tanda itu terlihat ketika ban mulai menunjukkan keretakan, yang terdapat dalam permukaan ban. Untuk memeriksa umur ban, terdapat angka yang menunjukkan tahun kapan ban itu diproduksi,” tuturnya.

    Menurutnya, ban baru yang belum pernah dipasang pada mobil dan hanya mejeng di toko tidak bermasalah meskipun sudah berusia lima tahun. Berbeda dengan ban yang sudah dipakai di mobil. Meskipun masih bagus, jika sudah berusia lima tahun, kelayakan ban harus diperiksa kembali.

    Sedangkan untuk memeriksa tekanan angin, menurut Aang, setiap mobil berbeda-beda. Sebaiknya, periksa angin setiap satu bulan sekali. Isi angin ban sesuai dengan standar yang tertera pada bagian pintu mobil atau buku panduan mobil.

    Dampak ban yang tidak layak pakai, seperti yang sudah getas, retak, dan kembang sudah tipis, sangat berbahaya. Jika dipaksakan, kata Aang, dapat memicu muncul benjol pada ban, bahkan parahnya ban bisa pecah.

    Baca:
    Mudik 2018: Waspada Titik Rawan di Jalur Selatan

    Mudik 2018: Kemacetan Mengintai Tol Jakarta-Cikampek

    “Juga hindari tambal ban tubeless di bagian pinggir karena bagian tersebut hanya terdapat lapisan benang, yang kalau membawa beban berat saat mudik dikhawatirkan ban pecah,” ucapnya.

    Selain itu, perlu juga dilakukan pengecekan seperti spooring untuk menghindari aus yang tidak merata pada ban dan balancing agar ban lebih stabil. “Karena jika ban tidak stabil akan sangat berpengaruh pada kemudi yang bergetar jika dibawa pada kecepatan tinggi,” tutur Aang.

    Mengenai harga, kebanyakan orang memilih ukuran R 14 dan R 15 untuk mobil-mobil kelas multipurpose vehicle, seperti ban GT Radial Campiro Eco ukuran 165/65 R14 Rp 541 ribu, 185/60 R 14 Rp 616 ribu, ukuran 175/60 R15 Rp 661 ribu, dan 185/60 R 15 Rp 699 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.