Usai Mudik, Apakah Mobil Harus Dibawa ke Bengkel?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bengkel Toyota Astra Motor di daerah Sunter, Jakarta Utara 30 Mei 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Suasana bengkel Toyota Astra Motor di daerah Sunter, Jakarta Utara 30 Mei 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Puncak arus balik mudik 2018 telah berakhir pada Rabu malam, 20 Juni 2018. Ribuan mobil pemudik kembali ke ibu kota setelah menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer. 

    Sebelum dipakai untuk mudik, mobil disarankan dibawa ke bengkel untuk pengecekan. Harapannya mobil tidak mengalami masalah di perjalanan. Lalu bagaimana setelah kembali dari mudik?

    Baca: Mudik 2018: Beda Persiapan Mudik dengan Mobil Baru dan Mobil Tua

    Department Head Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi menjelaskan bahwa untuk kendaraan baru dengan penggunaan di bawah 50 ribu kilometer sebenarnya sangat siap digunakan untuk mudik lebaran. Begitupula setelah kembali dari kampung halaman. Mobil baru dianggap masih dalam rentang waktu servis berkala.

    "Patokannya adalah kilometer-nya, nanti dibawa ke bengkel sesuai jadwal servis berkala," kata Didi kepada Tempo di Sunter, Jakarta, akhir Mei 2018.

    Sebelumnya, Didi menjelaskan bahwa terdapat perbedaan penanganan dalam servis mobil baru dan mobil lama untuk mudik atau perjalanan jauh. Mobil baru cukup dengan melihat pada angka kilometer yang terdapat pada odometer. Lalu dicocokkan dengan buku servis.

    Baca: Mudik 2018 Mitsubishi Siapkan Posko Siaga 24 Jam, Simak Lokasinya

    Sedangkan untuk mobil lama atau lebih dari 50 ribu kilometer, Didi menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lengkap. Pengecekan yang dilakukan harus-harus benar-benar teliti, mulai dari mesin, air wipper, busi, minyak rem, kanvas rem, lampu, kopling, dan sebagainya. "Intinya supaya tidak terjadi gangguan yang tidak diinginkan selama perjalanan mudik," katanya. 

    Didi juga mengatakan bahwa mobil yang bekerja ekstra keras, seperti terjebak di kemacetan panjang saat mudik, juga perlu diperiksa kembali oli atau minyak pelumasnya. "Mobil yang sering  terjebak macet, apalagi macet panjang, beban kerja mesinnya tinggi. Usia pakai pelumasnya juga lebih pendek," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.