Rabu, 26 September 2018

AHM Berharap Ekspor Sepeda Motor Honda Tumbuh di Atas 50 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan PT Astra Honda Motor melakukan perakitan sepeda motor Honda Vario Techno 125 PGM FI. Sejak diperkenalkan awal Maret lalu, permintaan Honda Vario Techno 125 PGM FI mencapai 75.000 unit. (Dok. AHM)

    Karyawan PT Astra Honda Motor melakukan perakitan sepeda motor Honda Vario Techno 125 PGM FI. Sejak diperkenalkan awal Maret lalu, permintaan Honda Vario Techno 125 PGM FI mencapai 75.000 unit. (Dok. AHM)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor berharap kinerja ekspor sepeda motor Honda pada kuartal ketiga tahun ini bisa berada di atas 50 persen, sama seperti pertumbuhan pengapalan kendaraan roda dua Honda pada Juli 2018 dibandingkan Juli 2017.

    Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengungkapkan, kinerja ekspor yang dilakukannya dari Indonesia ke negara lain dapat sesuai dengan kondisi pasar di setiap negara tujuan ekspor.

    Baca: Ekspor Melojak, Honda BeAT dan Vario Jadi Andalan AHM

    “Kami harapkan demikian [bisa tetap berada di atas 50 persen].” Kata Thomas kepada Bisnis, Selasa, 11 September 2018.

    Dia menjelaskan, peningkatan eskpor sepeda motor Honda yang terjadi pada Juli 2018 lantaran masyarakat di luar negeri percaya terhadap desain, teknologi, proses produksi, dan biaya yang efisien serta kompetitif.

    Tidak hanya itu, lanjutnya, pertumbuhan pengapalan sepeda motor Honda juga dapat terjadi sesuai dengan perkembangan pasar di negara tujuan ekspor. Saat ini, kendaraan roda dua Honda di ekspor ke negara-negara seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam.

    Baca: Ekspor Sepeda Motor 2018 Naik, Yamaha Masih Ungguli Honda

    Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat, pertumbuhan ekspor sepeda motor Honda pada Juli 2018 sebesar 59,65 persen, yakni dari 11.741 unit pada Juli 2017 menjadi 18.744 unit pada Juli 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.