Jumat, 14 Desember 2018

Modifikasi Motor Lawas Ini Habiskan Setengah Miliar Rupiah

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Motor Harley Davidson Road Glide 2010 ini dirombak total bergaya bagger dengan biaya hingga Rp 500 juta lebih. Motor ini menjadi salah satu peserta dalam ajang kustom otomotif berkelas internasional Kustomfest 2018 yang dihelat di Yogyakarta 6-7 Oktober 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Motor Harley Davidson Road Glide 2010 ini dirombak total bergaya bagger dengan biaya hingga Rp 500 juta lebih. Motor ini menjadi salah satu peserta dalam ajang kustom otomotif berkelas internasional Kustomfest 2018 yang dihelat di Yogyakarta 6-7 Oktober 2018. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta – Pameran dan kompetisi modifikasi otomotif berkelas internasional, Kustomfest 2018, yang digelar di Yogyakarta, 6-7 Oktober, menarik sejumlah builder kawakan Tanah Air untuk menampilkan karya terbaiknya.

    Meski harus mengeluarkan biaya besar demi memodifikasi sepeda motor, karya yang terlahir dan ditampilkan dalam kompetisi yang diikuti 155 custom bike terpilih itu benar-benar mumpuni.

    Salah satu builder kawakan yang tampil dalam Kustomfest 2018 adalah Tedja Wijaya, pendiri bengkel custom kenamaan asal Jakarta, Imaginering Custom.

    Baca: Harley-Davidson Sportster Jadi Hadiah Lucky Draw Kustomfest 2018

    Dalam acara itu, Koh TJ, sapaan Tedja, membawa dua custom bike andalannya, yang sama-sama mengusung aliran bagger atau memiliki bagasi di bagian ekornya.

    Namun konsep bagger menonjol yang ditanamkan TJ tampak sangat kuat di sepeda motor lawasnya, Harley-Davidson Road Glide keluaran 2010.

    Motor yang ia namai DraKon karena terinspirasi dari makhluk legenda naga itu dipermak habis seluruh bodinya selama setahun terakhir, yang menghabiskan biaya hingga Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah.

    Road Glide yang awalnya hanya sepanjang kurang dari dua meter itu berubah makin garang dengan panjang hampir 3 meter dan full custom pada bodi hingga sistem penggeraknya.

    Bagian roda depan menggunakan pelek raksasa dengan ring ukuran 30 inci, sementara roda belakang berukuran 18 inch, yang di dalamnya tersembunyi bagasi ekor. Pada bagian rake atau sudut kemiringan steering head (triple tree) sepeda motor ini dibuat dengan kemiringan 48 derajat demi memberikan jarak untuk fairing pelindung mesin. Bagian depan belakang sepedab motor itu juga didukung dengan air suspension.

    "Konsep DraKon ini saya buat one piece, di mana fairing-nya dari ujung sampai ujung tersambung jadi satu seperti bodi mobil," ujar TJ kepada Tempo, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Fairing DraKon itu berbahan pelat bercampur fiber. Penampilannya makin ciamik dengan polesan airbrush seolah sisik naga, tapi sebenarnya merupakan motif batik kipas khas Cirebon.

    Namun keunikan yang menonjol dari Drakon ini terutama ada di bagian tangki yang sudah di-custom menyatu dengan fairing sehingga sekilas seperti menyerupai punuk naga.

    Pria yang juga berprofesi sebagai juri dalam event otomotif tahunan Kuala Lumpur Bike Week Malaysia itu tak puas hanya menggarap bodi Road Glide-nya. Ia hanya menyisakan mesin dan frame atau rangka, sementara seluruh bagiannya dirombak.

    Bagian penggerak juga dirombak habis dengan menambah dua alternatif untuk pengoperasian persneling tambahan berupa tongkat dan kopling kaki. Variasi perpindahan gigi ini berhasil dilakukan berkat sebuah alat yang ditanamkan untuk menyiasati sistem komputerisasi agar memberi selisih waktu sekian detik saat perpindahan gigi dilakukan.

    "Jadi pengoperasiannya gigi ada tiga, (yakni) lewat kopling kaki, lewat tongkat seperti mobil, atau lewat triptonik tangan," ujar TJ, yang merupakan langganan juara Kustomfest sejak 2015.

    Baca: Kustomfest 2018 Hanya Pilih 130 Custom Bike Terbaik

    Bagian mesin pun ikut digarap dengan pemasangan dobel turbo khusus sepeda motor dan sentuhan bagian intake (lubang asupan udara). Dengan turbo itu, ia mengklaim bisa menggandakan daya pacu Harley-nya dari hanya 80 horse power.

    Tak hanya tampil garang, TJ juga membuang bagger atau bagian bagasi belakang Road Glide itu demi menggarap audio sepeda motornya bisa lebih menggelegar. Speaker bawaan sepeda motor, yang awalnya cuma dua, berubah menjadi enam biji yang ditanam di bagian bagasi belakang.

    "Untuk speaker tambahannya memakai yang waterproof, biasanya dipakai di kapal-kapal pesiar," tuturnya.

    Sedangkan pada sepeda motor gaya bagger yang satunya, TJ membawa konsep lebih modern untuk merombak Harley-Davidson Road King milik konsumennya asal Bogor. Hanya, fairing yang membentuk sudut-sudut bergaya futuristik untuk Road King itu tak sepanjang Road Glide yang ia garap. Biayanya untuk custom Road King ini sekitar Rp 200 juta dengan tak sampai mengutak-atik mesin dan rangka, hanya memoles fairing dan menambahkan sejumlah perubahan bodi agar terlihat modern dengan sudut lancip.

    "Karena yang kedua ini dipakai harian jadi custom-nya lebih menyesuaikan budget," kata TJ.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....