Suzuki Menghentikan Impor Hatchback Baleno Mulai September

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Baleno Hatchback, 3 Agustus 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    Suzuki Baleno Hatchback, 3 Agustus 2017. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki Indonesia akan membatasi impor Suzuki Ignis dan Hatcback Baleno. Pada September 2018, Suzuki Indomobil Sales (SIS) hanya mendatangkan 26 unit kendaraan Ignis dan tidak mendatangkan Baleno.

    Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan, Suzuki saat ini fokus pada upaya untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan menjual produk yang diproduksi di Tambun dan Cikarang.

    Baca: Harga Suzuki Ignis, Baleno, dan SX4 S-Cross Naik

    "Suzuki selalu mengikuti kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kekuatan ekonomi nasional, salah satunya dengan mengendalikan impor," tulisnya kepada Bisnis, Senin 15 Oktober 2018.

    Ignis dan Beleno merupakan dua kendaraan model yang dimpor utuh (completely built-up) dari India. Ignis pertama kali dipasarkan pada Maret 2017, sementara Baleno pada Juli 2017.

    Sejak pertama kali diperkenalkan di Tanah Air, penjualan kedua kendaraan ini terus meningkat.Sepanjang 2017, Ignis melalui empat model mampu terjual sebanyak 9.692 unit. Setali tiga uang, penjualan Baleno dalam kurun waktu 6 bulan mampu mencapai 900 unit.

    Baca: Suzuki Pamerkan Ignis Rally Concept, Bisa Jadi Inspirasi Modif

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, pengiriman ke dealer (wholesales) Ignis hingga kuartal III/2018 sebanyak 12.144 unit, sementara Baleno sebanyak 5.058 unit.

    Adapun, total wholesales Suzuki hingga September 2018 ialah sebanyak 91.077 unit. Dengan kata lain, Ignis dan Baleno mampu berkontribusi sebesar 17,2 persen terhadap total penjualan Suzuki.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.