Minggu, 16 Desember 2018

Berkendara Saat Puting Beliung, 2 Hal yang Harus Diperhatikan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat pohon roboh yang menimpa sebuah kendaraan usai terjadinya Puting beliung di sebagian Kota Bogor, Kamis sore 6 Desember 2018. Kepala Polsek Bogor Selatan, Komisaris Riyanto, mengatakan, sedikitnya ada empat kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan yang terdampak amuk angin itu. Mereka mencakup wilayah Kelurahan Cipaku, Batutulis, Pamoyanan, dan Lawanggintun. Foto/BNPB

    Warga melihat pohon roboh yang menimpa sebuah kendaraan usai terjadinya Puting beliung di sebagian Kota Bogor, Kamis sore 6 Desember 2018. Kepala Polsek Bogor Selatan, Komisaris Riyanto, mengatakan, sedikitnya ada empat kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan yang terdampak amuk angin itu. Mereka mencakup wilayah Kelurahan Cipaku, Batutulis, Pamoyanan, dan Lawanggintun. Foto/BNPB

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang hingga puting beliung tentunya sangat berbahaya bagi pengendara motor maupun mobil. Berbagai ancaman bisa datang kapan saja. Lalu bagaimana menyikapi badai saat sedang berkendara?

    Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan, soal badai yang memakan korban di jalan baik itu pengendara motor dan mobil merupakan kasus yang berulang kali terjadi. Ia melanjutkan, untuk menyikapinya ada dua sisi, sisi pertama adalah sebelum melakukan perjalanan dan sisi kedua saat terlanjur terjebak badai di perjalanan. “Saat musim hujan sangat berpotensi ada bahaya dari atas seperti tertimpa batang pohon, tiang listrik, billboard dan lain-lain,” katanya kepada Tempo pada Jumat, 7 Desember 2018.

    Baca: Menghadapi Genangan Air Saat Menyetir di Musim Hujan, Ini Caranya

    Menyikapi sisi pertama, kata Jusri, sebelum melakukan perjalanan periksa ramalan cuaca dari aplikasi smartphone. Apalagi semua sudah pakai android sangat mudah melihat ramalan cuaca.

    Jika ada potensi terjadi badai, usahakan hindari itu, rencanakan waktu yang sesuai untuk melakukan perjalanan. “Kalau cuma gerimis-gerimis masih ok,” kata dia.

    Sedangkan tindakan antisipasi ketika sudah terjebak badai di jalan, selain ancaman bahaya dari pengguna jalan lain, harus diperhatikan juga dari sektor atas seperti pohon, tiang listrik, billboard dan bawah seperti lubang yang tidak dikasih tanda.

    Sebaiknya, menurut dia, yang harus dilakukan pertama kali adalah segera memperlambat kecepatan untuk berhenti dan mencari tempat bangunan untuk berteduh yang aman. Jangan paksakan untuk terus melakukan perjalanan, karena pada saat berhenti saja badai bisa mengancam keselamatan.

    “Kalau ada tanda-tanda badai cari tempat yang aman, jangan berhenti di bawah pohon. Cari tempat seperti bangunan mall, gedung dan jangan tempat terbuka yang berpotensi pohon tumbang dan bangunan roboh. Kita bisa melakukan pengkajian logika untuk tempat yang aman,” katanya.

    Baca: Berkendara Mobil Saat Musim Hujan, Simak Trik dari Mekanik Honda

    Intinya menurut dia, jangan merasa aman di dalam mobil, pengendara harus bisa antisipasi pohon, tiang listrik, billboard, dan lain-lain. Untuk pengendara motor segera perlambat kecepatan untuk mencari tempat berhenti untuk berteduh yang aman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".