Dua Kementerian Bertemu Bahas Kelanjutan Aturan Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil listrik. (dok TMMIN)

    Ilustrasi mobil listrik. (dok TMMIN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk membahas kelanjutan program mobil listrik.

    Rapat tersebut digelar di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman, Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018. Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto menjelaskan rapat tersebut membahas potensi teknologi dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) untuk pengembangan industri mobil listrik.

    Dalam rapat tersebut juga dipaparkan kemampuan teknologi yang dimiliki Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini kepada Kemenko Maritim. Aplikasi teknologi tersebut dibahas untuk disesuaikan dengan medan dan kebutuhan.

    Baca: Perpres Mobil Listrik Diperkirakan Selesai Awal 2019

    Kemenko Kemaritiman dan Kemenperin pun memetakan SDA seperti lithium dan cobalt di seluruh wilayah Indonesia. Pengembangan komponen dalam negeri akan didorong berdasarkan potensi SDA tersebut.

    "Intinya, kami sepakat pengembangan kendaraan listrik untuk mengurangi penggunaan BBM secara drastis dan komitmen kami mengenai emisi harus menurunkan sampai 25 persen. Ke depan, teknologi dan kemampuan kami, intinya kami ingin membangun [industri]," ujarnya, usai rapat.

    Harjanto tidak menjawab detail saat ditanya kelanjutan pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai mobil listrik dan hanya menyampaikan bahwa Perpres tersebut harus mampu mencakup perkembangan teknologi yang sangat cepat.

    Baca: Moeldoko: Perpres Mobil Listrik Tuntas Awal 2019

    Menurutnya, pengembangan mobil listrik akan menggunakan pendekatan insentif bagi industri, baik fiskal maupun non fiskal. Tax holiday pun akan diberikan kepada industri yang akan mengembangkan komponen utama.

    Adapun pola pengembangan mobil listrik akan diserahkan pada mekanisme pasar.

    "Konsumen akan melihat bagaimana satu teknologi itu bermanfaat, artinya akan menjadi champion di sektor itu [mobil listrik]," tambah Harjanto.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.