Operator Pengisian Daya Mobil Listrik Terbesar di Cina Diresmikan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil listrik BYD E6 di Beijing Auto Cina di Beijing.  AP Photo/Alexander F. Yuan

    Mobil listrik BYD E6 di Beijing Auto Cina di Beijing. AP Photo/Alexander F. Yuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua perusahaan raksasa Cina, State Grid Corp dan China Southern Power Grid, berkolaborasi membentuk perusahaan baru yang berkonsentrasi pada penyediaan fasilitas pengisian ulang baterai mobil listrik. Perusahaan baru ini diklaim senilai 500 juta yuan (setara US$ 72,5 juta).

    Perusahaan baru dengan nama Xiongan Lianxing Network Technology Co akan menjadi operator pengisian kendaraan listrik terbesar di Cina, menyediakan sekitar 80 persen dari 730 ribu tempat pengisian daya di negara itu. 

    Terdaftar di Xiongan New Area di provinsi Hebei, perusahaan ini bertujuan untuk menyebarkan lebih banyak stasiun pengisian daya di seluruh negara untuk mendukung sektor kendaraan energi baru yang sedang berkembang, kata Feng Yi, anggota dewan perusahaan. 

    Baca: Tiga Varian Mobil Listrik Porsche Taycan Segera Meluncur

    "Kami berencana untuk meluncurkan aplikasi super pada pertengahan 2019, di mana pengguna EV dapat dengan cepat menemukan tempat pengisian daya terdekat dan melakukan pembayaran secara online," kata Feng dalam sebuah wawancara setelah upacara peluncuran seperti dilansir China Daily beberapa waktu lalu. 

    "Kami juga telah menjangkau operator peringkat teratas lainnya dan membujuk mereka untuk bergabung dengan platform," ujarnya. 

    Menurut dokumen pemerintah yang dikeluarkan pada awal Desember, Cina akan melakukan upaya yang ditingkatkan secara signifikan untuk meningkatkan teknologi dan fasilitas pengisian daya baterai mobil listrik dalam tiga tahun. Terutama dalam mengoptimalkan infrastruktur pengisian ulang daya baterai. 

    Perusahaan yang baru didirikan ini disebut-sebut sebagai tonggak sejarah dalam industri untuk mereformasi perusahaan milik negara. State Grid Electric Vehicle Service Co memiliki 49 persen saham di perusahaan, dan China Southern Power Grid 20 persen.

    Baca: Dua Kementerian Bertemu Bahas Kelanjutan Aturan Mobil Listrik

    Dua perusahaan swasta lainnya, Qingdao Teld New Energy Co dan Star Charge Co yang berbasis di Jiangsu, masing-masing mengambil 9 persen saham. 

    Han Jun, wakil manajer umum SGCC, mengatakan bahwa langkah itu adalah bagian dari reformasi kepemilikan campuran.

    “Ini dapat meningkatkan sarana yang berorientasi pasar untuk memecahkan hambatan dan lebih menguntungkan industri mobil energi baru,” katanya. 

    Yu Dexiang, ketua Qingdao Teld New Energy Co, mengatakan sektor mobil energi terbarukan, termasuk mobil listrik, akan menjadi mesin yang kuat di belakang pertumbuhan ekonomi Cina, karena potensi lebih banyak perusahaan swasta di industri ini dilepaskan.

    CHINA DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto