TAM Targetkan Penjualan New Toyota Avanza 7.000 Unit per Bulan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berpose dalam peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, 15 Januari 2019.Perubahan dasar pada New Avanza terlihat pada bagian depan yang tampak semakin kokoh, stylish, dan modern. TEMPO/Fardi Bestar

    Seorang model berpose dalam peluncuran New Avanza dan New Veloz di Jakarta, 15 Januari 2019.Perubahan dasar pada New Avanza terlihat pada bagian depan yang tampak semakin kokoh, stylish, dan modern. TEMPO/Fardi Bestar

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) baru saja meluncurkan New Toyota Avanza dan New Veloz di Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 15 Januari 2019. Penjualan New Avanza ditargetkan bisa naik mencapai 30 persen pangsa pasar. Sedangkan tahun lalu hanya 28,7 persen.

    Baca: Mesin Daihatsu Xenia dan Avanza Sama Diklaim Tak Berebut Pasar

    Wakil Presiden Direktur PT TAM, Henry Tanoto mengatakan, penjualan wholesale Toyota Avanza tahun 2018 sekitar 82.167 ribu unit. Target kami minimum market share 30 persen di segmen Low MPV. Kalau tahun lalu market share kami 28,7 persen. "Diharapkan dengan hadirnya New Avanza ini bisa meningkatkan market share tersebut," ujarnya disela peluncuran New Avanza di Jakarta Pusat Selasa, 15 Januari 2019.

    Marketing director PT TAM, Anton Jimmy Suwandy juga menjelaskan, bahwa tahun lalu mungkin penjualan kami rata-rata mungkin di bawah 7 ribuan, atau 6.800an per bulan. Tahun ini dengan hadirnya New Avanza, penjualan harapkan bisa di atas 7 ribu hingga 7.500 unit.

    Jika bicara volume, lanjut Henry, tergantung dinamika dari market. Namun, ia meyakini akan lebih tinggi daripada yang dijual di tahun 2018. Tahun lalu, penjualan di angka 82 ribuan, jadi diharapkan akan lebih tinggi.

    Menurut dia, sebenarnya market sedang tumbuh sekitar 6,6 persen. Sehingga, tahun 2019 Toyota optimistis pasar tetap tumbuh. Walaupun angkanya plus minus sekitar 5 persen.

    Baca: Daihatsu Luncurkan Grand New Xenia Makin Sporty, Pakai Mesin 1,5L

    Menurut studi Toyota, lanjut Henry, rasanya tepat di bulan Januari untuk meluncurkan kendaraan. Hal tersebut merupakan masukan konsumen yang disampaikan ke Toyota. "Jadi harapannya bisa diterima dan menjadi nilai tambah untuk konsumen," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.