Suzuki Indonesia Tingkatkan Ekspor, Incar Pasar Amerika Selatan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) dan Chief Operating Officer of Suzuki Motor Corporation Toshihiro Suzuki (kanan) memecahkan kendi sebagai tanda dimulainya ekspor perdana All New Suzuki Ertiga dan Suzuki NEXT II di Pabrik Suzuki, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 22 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) dan Chief Operating Officer of Suzuki Motor Corporation Toshihiro Suzuki (kanan) memecahkan kendi sebagai tanda dimulainya ekspor perdana All New Suzuki Ertiga dan Suzuki NEXT II di Pabrik Suzuki, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 22 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaSuzuki menargetkan peningkatan ekspor sebesar 28,39 persen pada tahun ini menjadi 32.000 unit.

    Department Head of Export Import PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Hady Surjono Halim mengatakan, salah satu strategi pencapaian target itu ialah dengan penetrasi ke pasar kawasan Amerika Selatan, Karibia dan Oseania.

    "Harapannya tahun ini ekspor CBU saja bisa berkontribusi sebanyak 32.000 unit," ujarnya kepada Bisnis, Senin, 21 Januari 2019. 

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat Suzuki melakukan ekspor secara utuh (completely built-up/CBU) untuk model kendaraan serba guna kecil Suzuki APV dan Suzuki Ertiga.

    Baca: Suzuki Siapkan Penerus Ignis Segmen SUV Futuristik, Model Imut

    Dari total ekspor Suzuki sebanyak 24.924 unit pada tahun lalu, APV tercatat sebanyak 13.891 unit, sementara sisanya Ertiga.

    Sepanjang 2018, Suzuki lebih banyak mengapalkan kendaraan ke kawasan Asia yakni sebanyak 13.178 unit atau 53 persen dari total ekspor Suzuki. Pengiriman kendaraan ke kawasan Amerika Selatan, Karibia dan Oseania tercatat masih terbatas yakni hanya 8.448 unit.

    "Seperti yang kami targetkan, kami memang melakukan perluasan pasar ke kawasan itu dan kami optimistis angka penjualannya akan lebih baik dari tahun 2018," tambahnya.

    4W Marketing Director SIS Donny Saputra sebelumnya mengatakan, Suzuki pada semester II/2018 mengubah fokus penjualan dengan memasarkan produk dalam negeri dan menggenjot ekspor. Strategi itu dipilih karena kondisi fluatuasi rupiah yang membayangi pada tahun lalu.

    Baca: Suzuki Day Tawarkan Diskon Suku Cadang hingga Oli Gratis

    Dia menjelaskan selain mengirimkan Ertiga dan APV, Suzuki juga melakukan ekspor terurai alias completely knocked down (CKD) untuk pikap Suzuki Carry, Suzuki Wagon R dan Ertiga. Selain itu, beberapa komponen untuk produksi Suzuki Ignis dan Suzuki Baleno di India juga dikirimkan oleh SIS.

    "Ketika dolar menguat, kami genjot ekspor dengan tetap terus berupaya meningkatkan konten lokal kami," tambahnya.

    Gaikindo mencatat negara tujuan ekspor CKD Suzuki antara lain Pakistan, Vietnam, Filipina, Malaysia dan Myanmar. Sepanjang tahun lalu, Suzuki mengekspor CKD sebanyak 38.944 unit, di mana 83 persen merupakan Suzuki Wagon R yang dikirimkan ke Pakistan. Di dalam negeri, Suzuki Wagon R merupakan varian Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.