Indonesia Scooter Festival 2019: Peserta Kontes Bisa Gugat Juri

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Skuter Vespa peserta Indonesia Scooter Festival di Yogyakarta asal Jepara ini seluruu bodinya diganti dengan kayu jati, lengkap dengan ukiran indah. Yogyakarta, 23 September 2017. TEMPO/Pribadi Wicaksono.

    Skuter Vespa peserta Indonesia Scooter Festival di Yogyakarta asal Jepara ini seluruu bodinya diganti dengan kayu jati, lengkap dengan ukiran indah. Yogyakarta, 23 September 2017. TEMPO/Pribadi Wicaksono.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Penyelenggara kegiatan akbar pecinta skuter Indonesia Scooter Festival (ISF) 2019 akan membuka ruang gugatan terhadap para pemenang kontes skuter yang telah dipilih dewan juri.

    Perhelatan ISF 2019 bakal berlangsung 21-22 September 2019 di Gedung Jogja Expo Center atau JEC Yogyakarta.

    Ruang gugatan bagi pemenang terpilih pada ISF 2019 itu, akan menjadi sistem yang diterapkan kali pertama dalam kontes skuter. Nama sistemnya Banding Berbayar.

    "Sehingga tak lagi berlaku istilah keputusan pemenang mutlak di tangan dewan juri seperti umumnya, peserta kontes bisa melakukan banding," ujar Project Director Indonesian Sccoter Festival Kevin Pradana Tedy Rabu 15 Mei 2019.

    Baca juga: Ada Lomba untuk Anak-anak di Indonesia Scooter Festival 2019

    Kevin menjelaskan sistem Banding Berbayar ini memang dibuat agar peserta kontes bisa menyalurkan pendapatnya jika melihat keputusan juri tidak adil. Misalnya skuter peserta dianggap layak tapi kalah atau jika ada pemenang yang sebenarnya skuternya biasa biasa saja tapi dimenangkan.

    "Untuk mengajukan banding itu syaratnya membayar sebagai jaminan," ujar Kevin tak menyebut nominal yang harus dibayarkan untuk mengajukan banding.

    Setelah mengajukan permohonan banding, peserta penggugat akan dipertemukan dengan juri yang digugatnya. Dari situ kemudian pihak penggugat dan yang digugat diberi ruang diskusi dan adu argumen.

    "Ketika argumentasi penggugat kuat dan bisa diterima, maka juri dan panitia memungkinkan mengubah keputusan dan posisi, misalnya sebelumnya peserta hanya juara 4 maka bisa diubah jadi juara 3 atau posisi lain yang lebih baik," ujarnya.

    Pada gelaran ISF 2019 ini ada 15 kelas kontes yang digelar plus satu tambahan kontes khusus anak anak, yakni lomba helm painting atau lukis helm.

    Baca juga: Yogyakarta Bersiap Selenggarakan Indonesia Scooter Festival 2019

    Untuk yang umum, kelas kontes itu antara lain restorasi Vespa tahun 50-an (produksi 1955-1959), Vespa tahun 60-an (original style), Vespa tahun 60-an (restorasi style), Vespa Sprint Original Style, Vespa Super Original Style, dan Super Sprint Restorasi Style.

    Selain itu ada pula kelas kontes Small Frame Original Style (1970-1984), Small Frame Restorasi Style All Type, PX PE Series, Scooter All Time Retro, Good Looking 2 Tak, Good Looking 4 Tak, Scooter Racing 2 Tak, Scooter Racing 4 Tak, dan Master Restorasi Style.

    "Khusus untuk sistem Banding Berbayar di Indonesia Scooter Festival 2019 ini tak berlaku untuk kelas kontes anak anak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.