Mobil Berisiko Terbakar, BMW Recall 319 Ribu Unit di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, BeijingBMW akan menarik (recall) 319.045 kendaraan di pasar Cina karena pemanas katup PCV yang rusak, menurut regulator pasar Cina. Penarikan ini akan dimulai pada 30 Agustus 2019 melibatkan 174.027 sedan yang diproduksi di dalam negeri dan 145.018 mobil impor, menurut pernyataan di situs web Administrasi Negara untuk Pengaturan Pasar. 

    "Karena bahan yang rusak dan kesalahan pembuatan, elemen-elemen internal dari pemanas katup PCV dapat mengalami hubungan pendek (korslet), panas berlebih, dan meleleh, yang meningkatkan risiko kebakaran," kata pernyataan itu seperti dikutip dari China Daily, Minggu, 2 Mei 2019.  BMW berjanji untuk mengganti semua bagian kendaraan yang rusak secara gratis.

    Baca juga: MW Recall Hampir 66.000 Unit Mobil di Korea, Ini Penyebabnya

    Sebelumnya, BMW Group Korea Selatan pada Maret 2019 juga menarik 94 persen kendaraan akibat penggunaan suku cadang yang bermasalah, setelah munculnya kasus kebakaran mesin tahun lalu.

    Dikutip Yonhap, Jumat, BMW Group Korea  memperbaiki pendingin dan pipa resirkulasi gas buang yang rusak di 102.468 kendaraan, atau 96 persen, dari 106.000 model BMW yang terkena dampak dalam gelombang pertama penarikan yang sudah dimulai sejak Agustus tahun lalu.

    Baca juga: Gara-gara Telat Recall, BMW Dikenai Sanksi di Korea Selatan

    "Dalam putaran kedua penarikan yang dimulai pada bulan November, pembuat mobil memperbaiki 59.987 unit, atau 91 persen, dari 65.000 model BMW dan Mini yang terkena dampak," kata perusahaan itu.

    CHINA DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.