Banyak Jalan Tol, Mercedes-Benz Sebut Penjualan Mobil Van Cerah

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati mobil Marcedes-Benz Sprinter 315 CDI A2 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019. (ANTARA)

    Pengunjung mengamati mobil Marcedes-Benz Sprinter 315 CDI A2 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019. (ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrikan mobil asal Jerman Marcedes-Benz optimistis penjualan produk mobil van mereka, Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3, di Indonesia akan cemerlang menyusul kondisi infrastruktur nasional yang semakin baik.

    "Pembangunan tol baik di Jawa maupun luar Jawa dan sejumlah jalur jalan nasional yang telah selesai dan mulai dioperasikan akan mendorong pasar mobil van di Indonesia lebih baik, termasuk untuk penjualan produk kami," kata Departement Manager Van Sales Operations PT Marcedes-Benz Distribution Indonesia, Aldo Andityra Rais di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

    Penyedia jasa transportasi kelas premium, menurut Aldo, menjadi pelanggan loyal Marcedes-Benz untuk produk mobil van.

    "Semakin baiknya kondisi infrastruktur, (kami) harapkan membuat bisnis premium transporter semakin baik dan berdampak pada penjualan seri Sprinter kami," kata dia.

    Baca juga: Ambulan Mercedes-Benz Sprinter Laris Manis di Hospital Expo 2018

    Mercedes menggadang-gadang seri Sprinter 315 CDI A2 dan Sprinter 315 CDI A3 itu sebagai pemimpin pasar mobil van kelas menengah atas.

    Kedua seri mobil yang diklaim sebagai mobil van paling jangkung se-Indonesia tersebut merupakan unit "Completely Built Up" (CBU). "Seri A2 dan A3 ini kami datangkan langsung dari kota Dusseldorf, Jerman," kata Aldo.

    Kabin Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A2. 24 Juni 2019. (Antara)

    Dengan tinggi ruangan penumpang mencapai 1,9 meter, lebar 1,9 meter, dan panjang 5,9-6,9 meter, lanjut Aldo, kedua seri mobil van tersebut memberikan ruang yang luas dengan kapasitas penumpang maksimal 12 orang.

    Selain mengincar fleet market seperti travel, kendaraan medis, dan kendaraan pemerintahan, Mercedes-Benz juga mengincar pasar privat use di kota-kota besar Indonesia dengan produk khusus yang mengganti desain interior.

    "Pembeli bisa mengubah bagian kabin penumpang mobil seri Sprinter A2 dan A3 ini sesuai dengan selera mereka," kata Aldo.

    Baca juga: Mercedes-Benz Sprinter Incar Pasar Privat, Harga Rp 795 Juta

    Aldo menambahkan ada pelanggan yang mendesain bagian kabin penumpang mobil van yang mengusung mesin 2.143 cc itu dengan diberi kursi sofa, tempat tidur, toilet, dan sejumlah penunjang kenyamanan lainnya.

    Kedua seri mobil van tersebut dibanderol seharga Rp816 juta hingga Rp860 juta per unit mobil tanpa interior bagian belakang atau tanpa kabin belakang mobil.

    "Untuk customize bagian interior kabin belakang, harganya disesuaikan fasilitas apa saja yang akan dipasang," kata Aldo.

    Untuk layanan pemesanan khusus interior kabin belakang mobil seri Sprinter A2 dan A3 itu, Marcedes-Benz mempercayakannya pada perusahaan rekanan mereka, BAV Auto Design dan Baze Luxury Bus.

    "Untuk pasar Indonesia, kedua seri mobil Sprinter itu tersedia dalam sistem transmisi manual saja," kata Aldo.

    Marcedes-Benz juga menjamin keamanan dan kenyamanan produk mereka dengan fitur teknologi "Electronic Stability Program" yang mengatur keamanan dan kestabilan kedua seri mobil Van tersebut melalui sistem komputerisasi.

    "Selain itu, sistem keamanan dan kenyamanan kedua seri Mercedes-Benz Sprinter 315 itu juga disokong oleh fitur Crosswind Assist yang menahan tekanan angin dari samping sehingga mobil stabil saat melaju di lokasi-lokasi tertentu yang berangin kencang," kata Aldo.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.