Alasan Tekanan Angin Ban Wajib Diperiksa Secara Berkala

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tabel tekanan angin ban. (Hyundai Motors Indonesia)

    Tabel tekanan angin ban. (Hyundai Motors Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ban merupakan komponen pada kendaraan yang memiliki fungsi penting. Dilansir website resmi Hyundai Motors Indonesia, si karet bundar ini, satu-satunya yang langsung bersentuhan dengan aspal, dan pastinya berhubungan dengan faktor kenyaman dan keselamatan saat berkendara.

    Dengan fungsi yang sangat penting tersebut, wajib hukumnya bagi pengendara untuk selalu mengecek kondisi ban, dan jangan sampai tekanan angin ban berkurang atau tidak sesuai dengan standar yang ditentukan pabrikan.

    Baca juga: Cara Mudah Merawat Ban Tetap Awet

    Dengan tekanan angin yang pas, manfaat pertama yang dirasakan pengemudi pastinya kenyamanan. Selanjutnya, dan pastinya tidak kalah penting, adalah keselamatan saat di jalan raya. Tekanan angin yang pas, pastinya membuat mobil mudah dikendalikan, karena permukaan ban yang menyentuh jalanan pasti maksimal, dan traksi serta pengereman juga pastinya akan optimal.

    Selanjutnya, tekanan angin yang pas juga berhubungan dengan konsumsi bahan bakar, Tekanan ban yang lebih kecil 10 persen dibanding standar pabrikan, akan mempercepat ban aus hingga sepuluh persen. Fakta lainnya, energi yang dikeluarkan mesin untuk memutarkan roda akan lebih besar, sehingga bahan bakar lebih boros.

    Baca juga: Ban Mobil Memiliki Tingkat Kelayakan, Simak Tanda-tandanya

    Intinya, jika tekanan angin di ban berkurang, telapak ban yang menempel ke aspal akan lebih melebar. Artinya, laju kendaraan juga akan melambat, dan putaran mesin akan bertambah dan membutuhkan lebih banyak bahan bakar.

    Dengan tekanan angin di ban yang pas juga pastinya akan membuat umur ban lebih panjang. Faktanya, ban dengan tekanan angin yang rendah mengurangi usia tapak ban hingga 25 persen.

    Terakhir, tekanan angin di ban yang sesuai, dan tidak kurang juga tidak akan membuat ban cepat rusak. Karena resiko paling buruk saat ban kekurangan angin, adalah pecah dan pastinya sangat berbahaya bagi pengendara dan penumpang kendaraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.