Ini Alasan Daihatsu Belum Berencana Produksi Massal Xenia Sport

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daihatsu Xenia Sport yang ditampilkan di ajang GIIAS 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Daihatsu Xenia Sport yang ditampilkan di ajang GIIAS 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    TEMPO.CO, Tangerang - Bagi para peminat mobil konsep Daihatsu Xenia Sport yang mejeng di Gaikindo International Auto Show atau GIIAS 2019 harus siap gigit jari. Sebab Astra Daihatsu Motor selaku APM Daihatsu di Indonesia belum mau memproduksi massal mobil generasi terbaru Xenia tersebut.

    "Saat ini, Daihatsu lebih fokus mengembangkan produk-produk yang istilahnya lebih ke milenial," kata Executive Coordinator Design Engineering R&D Astra Daihatsu Motor, Sony Satriya, Selasa, 23 Juli 2019.

    Daihatsu Xenia Sport yang ditampilkan di ajang GIIAS 2019. TEMPO/Khairul Imam Ghozali

    Adapun mobil milenial yang dimaksud Sony seperti Daihatsu Ayla, Terios, dan Sirion. Ketiga mobil itu juga diklaim laris manis di pasar kaum muda di pasar otomotif Indonesia.

    "Dari hasil penjualan yang sudah ada, line up yang mewakili anak muda itu seperti, Ayla, Sirion, dan Terios," ujar Sony

    Sementara untuk Xenia Sport, Sony kembali menegaskan bahwa saat ini Daihatsu memang lebih fokus menggaungkan mobil-mobil yang laris di kalangan milenial. Meski demikian, dirinya tak menampik bahwa permintaan untuk memproduksi massal Xenia Sport adalah masukan yang bagus dari konsumen.

    "Bukan berarti kita mengindahkan (Xenia Sport) tapi yang sekarang ini giliran Milenial dulu. Tapi itu masukan bagus (menjual Xenia Sport),"ucap Sony.

    Xenia Sport diketahui mejeng di Booth Daihatsu di GIIAS 2019. Mobil berwarna hitam dof itu kerap dijadikan sasaran objek berfoto ria para pengunjung. Tampilannya memang lebih macho dari beberapa varian Xenia lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.