Aki Kering dan Aki Basah, Bagaimana Perawatannya?

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Aki Mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    Ilustrasi Aki Mobil. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Aki (Accu) berperan menyuplai daya listrik untuk sejumlah komponen pada kendaraan. Mulai dari starter, hingga lampu. Maka tanpa aki kenyamanan pengendara maupun penumpang akan terganggu. Di Indonesia umumnya ada dua jenis aki, yakni aki basah dan aki kering. Kendati demikian, pada dasarnya, semua jenis aki menggunakan cairan elektroda. Bedanya, ada yang menggunakan zat elektroda berbentuk gel dan ada yang cair.

    Untuk aki kering, perawatannya terbilang lebih mudah ketimbang aki basah. Meski demikian, jenis ini diklaim lebih cepat habis atau rusak.

    "Kita tidak perlu mengecek rutin, gak khawatir dengan kondisi air. Nyaman, bersih, daya starter lebih tinggi, dan bisa diisi ulang (charges) juga. Tapi kekurangannya memang lebih cepat kalah atau rusak,"ujar Montir Bengkel Kauzai OTO Service, Joko Indrawan kepada Tempo, di Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019

    Sementara untuk aki basah, menurut Joko, membutuhkan perawatan yang lebih dari jenis aki kering. Sebaliknya, jenis ini diklaim lebih tahan lama atau tangguh dibanding aki kering.

    "Tentunya butuh perawatan seperti airnya bagaiamana. Jadi harus dikontrol," ujar dia.

    Aki basah kalau tidak dikontrol dalam tiga bulan bisa rusak juga, kata Joko. Terlebih jika pemakaian kendaraan sangat rutin atau hampir setiap hari. "Kelebihannya memang pemakaian lebih lama tetapi dengan syarat harus dikontrol,"kata dia.

    Adapun persamaan aki kering dan aki basah dalam hal perawatan yaitu mesti rutin difungsikan. Maksudnya, kendaraan harus dinyalakan, tidak boleh diparkir terlalu lama karena akan membuat zat elektroda membeku.

    "Walapun jarang dipakai, harus tetap dipanaskan. Itu berpengaruh juga terhadap aki, kalau terlalu lama tidak menyala,"ucap Joko.

    Selain itu, tips yang tak kalah penting dalam merawat aki adalah membersihkan secara berkala. Adapun bagian yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagian terminal aki, yang biasanya tertutup debu dan kotoran.

    Jika tertutup kotoran maka akan menyebabkan hantaran listrik dari aki ke komponen mobil menjadi terhambat. Cara sederhana membersihkan terminal aki, antara lain menggunakan sikat plastik atau sikat kawat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.