PHK Ribuan Karyawan, Begini Penjelasan Bos Nissan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Logo (autoevolution.com)

    Nissan Logo (autoevolution.com)

    TEMPO.CO, JakartaNissan diketahui akan memangkas sekitar 830 pegawai dan mengurangi kapasitas produksi di Indonesia. Adapun secara global akan ada pengurangan 12.500 posisi secara bertahap hingga 2023.

    CEO Nissan, Hiroto Saikawa mengatakan bahwa keputusan itu diambil sebagai upaya memperbaiki kinerja operasi dan efisiensi investasi.

    “Sebagai bagian dari upaya kami untuk memperbaiki operasi dan efisiensi investasi, kami mengambil tindakan untuk menghentikan atau mengurangi kapasitas di lini produksi di delapan lokasi. Dari tahun fiskal 2020-2021 kami akan menghentikan atau mengurangi kapasitas, di lini atau pabrik di 6 lokasi," ujarnya dalam pernyataan resmi minggu lalu.

    Ketika dikonfirmasi, Isao Sekiguchi, President Director Nissan Motor Indonesia (NMI), mengatakan Nissan Indonesia belum bisa membagikan informasi detail terkait hal tesebut.

    "Tidak ada detail spesifik yang dapat dibagikan saat ini," ujarnya kepada Bisnis, Kamis, 1 Agustus 2019. 

    Seperti dikutip dari Reuters, Kamis, Nissan Motor merencanakan restrukturisasi terbesar dalam satu dekade dan memangkas hampir sepersepuluh tenaga kerja dan menutup sejumlah pabrik untuk mengendalikan biaya yang menggelembung ketika Carlos Ghosn menjadi CEO.

    Selain itu, perekonomian Cina yang melambat, karena tertekan perang dagang dengan Amerika dan regulasi emisi yang ketat hingga peningkatan penjualan kendaraan listrik, telah memperburuk kinerja Nissan.

    Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Nissan memengaruhi delapan fasilitas termasuk di Spanyol dan Indonesia, tempat produksi hatchback subkompak March dan model Datsun.

    Laba operasional kuartal pertama Nissan anjlok 98,5 persen menjadi 1,6 miliar yen atau US$14,80 juta, dan menjadi kinerja terburuknya sejak kerugian pada kuartal Maret 2008. Nissan juga akan mengurangi produksi kendaraan global sekitar 10 persen hingga Maret 2023.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.