SUV Imut Baru Suzuki Hadir Oktober, Bergaya Fungky Mesin Wagon R

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabin pada Future-S yang menjadi model konsep Suzuki S-Presso. Sumber: gaadiwaadi.com

    Kabin pada Future-S yang menjadi model konsep Suzuki S-Presso. Sumber: gaadiwaadi.com

    TEMPO.CO, New Delhi - Maruti Suzuki India Ltd siap untuk meluncurkan Suzuki XL6 pada Agustus ini, namun selain itu juga menyiapkan Suzuki S-Presso untuk hadir pada pekan pertama Oktober di India. Model baru akan dijual di segmen A pasar mobil yang berhadapan dengan Renault Kwid dan Datsun Go.

    Mobil konsep Suzuki Future S. BISNIS

    Suzuki S-Presso menggunakan basis pada mobil konsep Future-S yang memulai debutnya tahun lalu. Model yang terinspirasi dari SUV ini namun dengan bodi yang mungil tidak beda jauh mobil perkotaan. Langkah Suzuki menggunakan model SUV tersebut dengan kesuksesan dari Suzuki Ignis.

    S-Presso menggunakan mesin 1.0 liter dengan konfigurasi tiga silinder K10B yang nebeng pada Suzuki Karimun Wagon R. Mesin LCGC ini menghasilkan tenaga maksimum 68 bhp pada 6.000 rpm dan torsi puncak 90 Nm pada 3.500 rpm. Mesin ini kemungkinan akan tersedia dengan dua opsi transmisi - manual 5-speed dan 5-speed AMT.

    Mobil konsep Suzuki Future S. BISNIS

    Suzuki S-Presso akan dijual dengan sejumlah aksesoris opsional untuk meningkatkan penampilan eksterior dan interiornya. Mobil baru akan memiliki gaya yang lebih sporty dan kap mesin datar, dua karakteristik khas SUV dan crossover. Model baru ini bahkan akan menawarkan ground clearance yang tinggi.

    SUV baru ini telah dirancang oleh R&D lokal India dengan melibatkan Suzuki Jepang. S-Presso akan menjadi produk model baru kedua yang dikembangkan oleh fasilitas Litbang di India setelah Vitara Brezza yang sangat populer di negara Shakrul Khan tersebut. Selain opsi mesin bensin, Suzuki S-Presso bahkan diperkirakan akan dijual dengan powertrain CNG.

    GAADI WAADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara