Masuk ke Pasar Mobkas, Berapa Penurunan Harga Mobil Cina?

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski belum banyak mobil bekas dari produsen asal Cina mulai masuk ke pasar mobil bekas (mobkas). Dengan harga barunya yang murah, berapa harga mobil Cina bekas?

    Kali ini Tempo mencoba menghitung penurunan harga produk Wuling yang masuk pasar mobi bekas yang dihimpun dari berbagai situs jual beli online.

    Dari situ dapat dilihat Confero menjadi mobil bekas dari Wuling yang mulai masuk pasar mobkas, dengan kisaran harga Rp 100 juta hingga Rp 150 jutaan. Haga tersebut Tempo ambil dari wilayah Jabodetabek.

    Sedangkan untuk harga mobil barunya Wuling Confero dibanderol mulai Rp 146.8 juta untuk varian terendah, hingga Rp 195.3 juta untuk varian tertinggi.

    Artinya jika dikalkulasikan penurunan harga mobil multi purpose vehicle (MPV) itu yang baru dengan yang bekas turun sekitar Rp 40- Rp 45 jutaan.

    Artinya harga mobil tidak terlalu anjlok ketika masuk ke pasar mobil bekas. Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, mengatakan garansi yang diberikan produsen asal cina pada produknya mempengaruhi penurunan harganya.

    "Kan kalau masih ada garansinya bagus harganya cendrung tidak turun jauh dari harga barunya," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.