Honda ADV 150 Dipakai Turing: Paling Nyaman di Kelasnya, Mesin..

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda ADV 150 dijajal di jalanan Bali dalam World Premiere Riding Experiace pada Jumat 9 Agustus 2019. Dok AHM

    Honda ADV 150 dijajal di jalanan Bali dalam World Premiere Riding Experiace pada Jumat 9 Agustus 2019. Dok AHM

    TEMPO.CO, Kuta - Adventure merupakan segmen yang tak banyak dilirik oleh produsen otomotif. Di segmen sepeda motor, hanya dua pemain yaitu Honda dan Kawasaki lewat model trail maupun turing. Melihat pasar potensial, PT Astra Honda Motor menggarap pasar baru segmen adventure ringan lewat model matiknya, Honda ADV 150 turunan dari X-ADV 750cc.

    Yang mengejutkan, motor yang baru dirilis pada 18 Juli 2019 ini belum genap sebulan sudah ada sekitar 7.000 SPK hingga 8 Agustus 2019. Honda pun tak muluk-muluk untuk model baru ini dengan memasang target dibawah Honda PCX yang penjualannya mencapai sekitar belasan ribu unit per bulan. "Kita targetkan 100 ribu per tahun," kata Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya, pada Kamis 8 Agustus 2019.

    Dari tampilannya Honda ADV 150 gagah dengan model adventure yang paling mencolok memiliki suspensi dengan jarak travel yang panjang, ground clearance paling tinggi di kelasnya 165 mm dan penggunaan sokbreaker dengan subtank. Dalam ajang World Premier Riding Test Honda ADV 150 pada 9 Agustus lalu, AHM mempersilahkan menjajal Honda ADV 150 di jalur yang bervariasi mulai lalu lintas padat ala perkotaan di Bali hingga turunan maupun tanjakan di pegunungan Batur.

    Touring sepanjang kurang lebih 200 km ini akan dimulai dari titik start Sunset Road Kuta. Rute yang ditempuh menjelajah jalanan desa Jatiluwih, menjajal aspal menuju rute Tukad Bangkung Plaga Petang, yang merupakan jembatan terpanjang di Bali.

    Aktivitas Turing Honda ADV 150 di Bali

    Kemudian perjalanan jelajah jalanan dilanjutkan menuju Kintamani yang merupakan salah satu obyek wisata dengan pemandangan danau dan gunung. Perjalanan dilanjutkan dengan medan lurus, berbelok, dan jalur panjang menjajal jalanan bypass Ngurah Rai hingga akhirnya rombongan menyelesaikan touring di Mall Bali Galeria Kuta.

    Saat Tempo menaiki motor yang menggunakan basis mesin Honda PCX ini cukup nyaman dengan ketinggian jok ke tanah 795 mm. Tempo dengan tinggi badan hanya 160 sentimeter sedikit jinjit namun masih mudah mengendalikan motor saat berhenti seperti di lampu merah ataupun saat terjebak di kemacetan. Setang yang posisinya rendah namun lebar juga membuat tangan lebih rileks. Adapun posisi kaki tidak bisa selonjoran, sedikit tertekuk namun masih tetap nyaman.

    Ketika mesin dihidupkan suaranya mesin dan knalpot halus mirip dengan suara Honda PCX maklum mesinnya hampir sama. Untuk menghidupkan pun sangat mudah karena telah menggunakan perangkat smart key yang juga menjamin keamanan dari aksi tangan jahil. Saat dihidupkan, layar instrumen sangat lengkap mulai dari penunjuk kecepatan, jarak tempuh dengan trip A dan B, arus aki, eco riding, hingga penunjuk tanggal dan bulan. Layar instrumen pun dilengkapi topi untuk lebih mudah dilihat dan tampilan kekinian dengan display negatif.

    Honda ADV 150 dijajal di jalanan Bali dalam World Premiere Riding Experiace pada Jumat 9 Agustus 2019. Dok AHM

    Pada rute tahap pertama, Tempo menghadapi kemacetan jalanan Kuta. Di sini, responsifitas mesin Honda ADV 150 diuji. Dipakai selap-selip diantara kendaraan, Honda ADV sangat nurut karena memiliki rake kemudi yang lebih tegak. Kemudi enteng dipakai belok. Mesinnya pun terasa putaran bawahnya lebih berisi dibandingkan pendahulunya Honda PCX 150. Maklum saja Honda ADV memiliki torsi 13,8 Nm pada 6.500 rpm dibandingkan Honda PCX hanya 13,2 Nm pada 6.500 rpm.

    Selajutnya: Performa Motor saat Melewati Tanjakan...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.