Eksklusif Test Drive Esemka Bima 1.3, Daya Angkut 1.606 Kilogram

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Esemka Bima 1.3. TEMPO/Wawan Priyanto

    Esemka Bima 1.3. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Boyolali - PT Solo Manufaktur Kreasi meluncurkan Esemka Bima 1.2 dan 1.3 yang bermain di segmen kendaraan niaga ringan. Model ini diluncurkan bersamaan dengan peresmian pabrik perakitan yang berada di Boyolali, Jawa Tengah, oleh Presiden R Joko Widodo, Jumat, 6 September 2019.

    Esemka Bima 1.3 dibekali mesin 1.3L DOHC 16V dengan kubikasi 1.298cc. Mesin ini sanggup menghasilkan daya maksimum 63 kW dan torsi maksimum 105 Nm. Sebagai kendaraan niaga ringan, mobil ini cukup memperhatikan unsur kenyamanan untuk pengemudi maupun penumpang di depan.

    Kabinnya sedikit lebih lapang dibanding Esemka Bima 1.2. Jok juga lebih empuk. Dashboard minimalis yang dilengkapi dengan perangkat hiburan single din, dan sudah dilengkapi dengan perangkat AC. Namun, untuk AC ini belum menjadi standar pabrik dan merupakan perangkat tambahan (optional).

    Simak video test drive Esemka Bima 1.3 langsung dari pabrik Esemka di Boyolali:

    Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi, Eddy Wirajaya, mengatakan bahwa saat ini tersedia 400 unit Esemka Bima di storage yard atau tempat penampungan kendaraan di sebelah kiri bangunan pabrik perakitan. "Unit-unit itu siap dikirim ke konsumen mulai minggu depan," kata Eddy saat menemani Tempo test drive Esemka Bima 1.3. 

    Eddy menambahkan bahwa Esemka Bima memiliki beberapa keunggulan yang dapat membantu konsumen dalam menjalankan bisnisnya. Mulai dari bak kargo yang luas, kekuatan mesin serta kaki-kaki. Pikap Esemka Bima 1.3 memiliki daya angkut 1.606 kilogram. 

    Eddy menambahkan bahwa Esemka Bima 1.2 dan 1.3 dilepas ke pasar dengan harga (off the road) Rp 95 juta. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.