Jika Mobil Esemka Laris di Pasaran, Adira Finance Siap Terjun

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan mobil Esemka di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Tempo/Dinda Leo Listy

    Deretan mobil Esemka di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Tempo/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perusahaan pembiayaan Adira Finance mulai mengamati tren pasar pasca mobil Esemka resmi meluncur bersamaan dengan peresmian pabrik perakitannya di Boyolali, Jawa Tengah yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada Jumat 6 September 2019 lalu.

    Adira pun tak menutup kemungkinan ke depan membuka pembiayaan untuk pasar produk Esemka. “Seumpama Esemka ke depan memang sudah berjalan, kami pasti turut mendukung dari sisi industrinya. Tergantung kebijakannya nanti seperti apa dan apakah kami punya peluang untuk masuk,” ujar Kepala Wilayah Area Jawa Tengah Adira Finance Irfan Budiarto di Yogyakarta Kamis 3 Oktober 2019.

    Irfan menuturkan dari sisi perusahaan, jasa pembiayaan dapat dilakukan dengan mempertimbangan kondisi produk di pasar.

    “Pertama untuk melakukan pembiayaan jelas yang diperhatikan soal market. Kalau misalnya produk tersebut sudah dilaunching masuk dalam pasar, mau tak mau kami akan ikut untuk mendukung suksesnya produk itu,” ujarnya.

    Menurut Irfan, hal itu sejalan juga dengan regulasi pemerintah jika mengijinkan untuk beberapa produk lokal bisa dilaunching dan diterima oleh pasar.

    Irfan menegaskan dalam melakukan pembiayaan, juga tak ada pembedaan apakah produk yang dibiayai itu produksi lokal maupun impor. Sebab yang jadi patokan perusahaan hanya apakah pasar bisa menerima produk itu atau tidak. Misalnya dengan melihat bagaimana penjualannya dalam sebulan atau setahun.

    Sehingga pembiayaan pun bisa dilakukan bertahap per daerah, mana yang bisa dilakukan lebih dulu. Seperti jika Esemka banyak digunakan di wilayah Jawa di tahap awal produksinya, maka jasa pembiayaan bisa dimulai dari Jawa lebih dulu. "Kalau market menerima produk itu sudah otomatis kami ikut masuk industri tersebut,” ujarnya.    

    Mobil Esemka pertama yang diluncurkan saat launching September lalu adalah pikap Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3.

    Saat ini, Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Indonesia ditunjuk sebagai distributor mobil pikap Esemka Bima. BUMDes Indonesia pun disebut telah menerima 100 unit pesanan dari berbagai daerah di Tanah Air.

    Adapun harga khusus Esemka Bima untuk anggota BUMDes Indonesia dibanderol Rp 99 juta on the road. Harga itu sejatinya berada di bawah standar. Sebab, Esemka Bima berdasarkan perhitungan kumulatif dari NJKB, Bobot kendaraan, dan DP PKB ditaksir mencapai 107,3 juta of the road.

    Sebelumnya Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi, Eddy Wirajaya juga menyebutkan bahwa kisaran harga pikap Esemka Bima 1,2 dan 1.2 berkisar Rp110 jutaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.