Facelift Baojun 530 Kembaran Wuling Almaz, Ini yang Baru

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baojun 530 kembaran Wuling Almaz versi 2020. Sumber: carscoops.com

    Baojun 530 kembaran Wuling Almaz versi 2020. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Beijing - Mobil SUV yang diluncurkan khusus untuk pasar Cina pada 2017 ini akan diperbarui pada 2020. Baojun 530 merupakan kembaran Wuling Almaz yang dijual di Indonesia.

    Seperti dilansir dari Carscoops, perubahan itu meliputi desain grille, lampu depan yang lebih ramping dan lebih panjang, serta bumper depan baru. Baojun 530 juga akan mengggunakan velg baru untuk menambah tampilan dinamis.

    Di sisi interior, Baojun 530 terbarunya nantinya akan hadir dengan layar sentuh 10,4 inci yang mendukung pengoperasian fitur seperti, AC, navigasi, infotainment, dan lainnya.

    Layar utama ini juga mendukung perintah suara untuk mengaktifkan fitur-fitur seperti, musik, mengirim pesan via WeChat dan membuka atau menutup sunroof. Mirip fitur WIND pada yang disematkan pada Wuling Almaz di Indonesia. Fitur lain yang disertakan adalah panggilan cepat digital, sistem pemantauan tekanan ban, dan sensor parkir.

    Adapun dimensi Baojun 530, yakni 4.695 mm (oanjang) 1,835 mm (lebar), dan 1.750 mm (tinggi). Sementara jarak sumbu roda 2.750 mm. SUV kompak ini juga memiliki footprint yang lebih besar daripada Hyundai Tucson terbaru.

    Mobil ini juga tersedia dalam tiga konfigurasi tempat duduk yang berbeda. Pertama varian five seater (2+3). Kedua, varian six seater (2+2+2), dan ketiga varian seven seater (2+3+2).

    Untuk dapur pacu, kembaran Wuling Almaz ini menggunakan mesin 1,5 liter turbocharged. Di atas kertas mesin ini mampu menghasilkan 145 HP pada 5.200 rpm dan torsi 250 Nm pada putaran 2.200 dan 3.400 rpm.
    Mesin Baojun 530 ini menggunakan transmisi enam percepatan untuk tipe manual dan transmisi variabel kontinu (CVT) untuk tipe matik.

    Perusahaan patungan antara SAIC-GM-Wuling ini akan menjual Baojun 530 terbaru dengan harga berkisar antara Rp 154 jutaan hingga Rp198 jutaan. Nilai itu sudah dikonversi ke dalam rupiah dari harga pasar di Cina dengan nilai kurs yang ada saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.