Alasan Asia Talent Cup Menghapus Nomor 4 Milik Afridza Munandar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para juara Asia Talent Cup 2019, Sho Nishimura Takuma Matsuyama bersama dengan sebuah motor milik Afridza Munandar. Sumber: facebook Astra Honda Racing Team

    Para juara Asia Talent Cup 2019, Sho Nishimura Takuma Matsuyama bersama dengan sebuah motor milik Afridza Munandar. Sumber: facebook Astra Honda Racing Team

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelenggara Asia Talent Cup memutuskan tidak lagi akan menggunakan nomor 4 milik Afridza Munandar untuk balapan atau dipensiunkan. Sehingga, semua pembalap di masa mendatang tidak diperbolehkan menggunakan nomor tersebut untuk menghormati atas meninggalnya pembalap Indonesia Afridza Munandar.

    "Untuk menghormati Afridza Munandar, Nomor 4 tidak akan digunakan di balap ATC," dalam pernyataan penyelenggara.

    Afridza Munandar. Sumber: facebook Astra Honda Racing Team

    Afridza menggunakan nomor 4 ini sejak musim 2019. Dengan nomor 4, pembalap asal Tasikmalaya ini tampil moncer dan mampu bertengger pada klasemen 3 besar. Dalam foto sesion, dua pembalap juara yaitu Sho Nishimura dan Takuma Matsuyama bersama dengan sebuah motor milik Afridza Munandar. Dalam musim ini, Afridza meskipun sudah tiada namun tetap berada di posisi tiga dengan raihan 142 poin atau selisih 35 poin dari Nishimura.

    Afridza Munandar, meninggal dunia karena cedera yang diderita dalam kecelakaan balap motor Asia Talent Cup yang digelar bersamaan dengan MotoGP Malaysia Grand Prix di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu, 2 November 2019.

    Balap final ATC 2019 di Sepang berlangsung setelah kualifikasi MotoGP. Di lap pembuka, pada Turn 10, Afridza terlibat kecelakaan dengan pembalap Jepang Shinji Ogu. Balapan langsung dihentikan setelah kecelakaan tersebut dengan kedua pembalap mendapatkan perawatan medis.

    Afridza kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit Kuala Lumpur, sementara Ogu dilaporkan sadar dan dibawa dengan ambulans. Terlepas dari upaya terbaik dari tim medis di rumah sakit, Afridza yang berusia 20 tahun meninggal karena luka-lukanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.