Mobil Hot Rod Karatan Ini Masih Kuat Dikendarai Ratusan Kilometer

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua Chevy rilisan 1950 an dari komunitas Holiday Garage asal Jakarta dan Kodok Ijo Purwodadi yang dikendarai ke Yogya tanpa masalah di jalanan. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Dua Chevy rilisan 1950 an dari komunitas Holiday Garage asal Jakarta dan Kodok Ijo Purwodadi yang dikendarai ke Yogya tanpa masalah di jalanan. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Hotrod Weekend Party (HWP) 2019 yang dihelat di Parkir Hotel Melia Purosani 9-10 November 2019 dihadiri puluhan mobil tua rilisan Amerika.

    Para pecinta mobil Amerika itu berasal dari Lampung, Jakarta, Bandung, Solo, Purwodadi, dan Bali. Mereka rata-rata mengendarai sendiri mobilnya dari tempat asalnya ke Yogyakarta dan tak menggunakan jasa pengangkutan alias towing.

    Seperti Yudi Anto Mulyono asal komunitas Holiday Garage asal Jakarta. Dia bersama tiga rekannya membawa dua mobil yakni pick up Chevrolet Apache 1957 dan sedan Playmouth 1940 an.

    “Kami dari Jakarta lewat jalur selatan dan kebetulan tidak ada trouble, karena mobil yang kami pakai memang sudah diset daily use custom hotrod, jadi biasa dipakai sehari-hari. Nggak usah ditowing, nggak perlu repot,” ujar Yudi.

    Meski dua mobil yang dibawa itu berumur dan membiarkan karat melapisi hampir seluruh bodi, namun menurut Yudo kendaraan yang dibawa seluruh fungsionalnya berjalan optimal dan tak rewel. Layaknya mobil regular.

    Yudi menuturkan, sengaja mengambil style ratrod untuk mobilnya alias seperti tikus yang baru keluar dari got karena ingin lebih hemat.

    “Kalau ngecat mobil seperti ini tidak mulus  akan kelihatan sekali karena banyak lengkungan yang sulit,” ujarnya. 

    Walau dari luar seolah tak terawat namun ujar Yudi, mobil itu di dalamnya tetap terasa nyaman dikendarai karena fungsi semua berjalan.

    “AC nya nyala, sound sistem, jok jok terawat dan mesin juga sehat dan kami sesuaikan sesuai surat,” ujarnya.

    Pria yang mengkoleksi enam mobil Amerika tua itu menuturkan, sejak event Hotrod Weekend Party ini digelar 2015 silam, ia dan komunitasnya sudah dua kali hadir. Namun tahun lalu ia terpaksa absen karena sang istri meninggal dunia.

    Cerita lainnya, datang dari pecinta hotrod asal Purwodadi Jawa Tengah, Yunaka Alfiananda alias Nanda yang kali pertama datang pada event Hotrod Weekend Party 2019 ini.

    Pria dari komunitas Kodok Ijo itu seorang diri mengendarai Chevrolet Lele tahun 1953 dari rumahnya ke Yogya.

    Mobil lawas yang baru ia dapatkan dari seorang kolektor di Lampung seharga kurang dari Rp 150 juta itu, tiga tahunan ini belakangan baru selesai ia restorasi. Mesin Chevy itu ia rombak dengan mesin Holden.

    Deretan pick up tua berbagai merek pabrikan Amerika yang dibawa komunitas hotrod asal Lampung ke Hotrod Weekend Party 2019 di Yogya. Tempo/Pribadi Wicaksono

    “Saya sebenarnya sudah tiga kali datang ke event ini, mulai 2017 lalu, tapi baru kali ini bawa mobil Amerika yang tiga tahun ini saya restorasi, “ ujarnya.

    Nanda mengatakan sengaja datang ke event itu untuk membangun jejaring pecinta hotrod karena di kota asalnya Purwodadi hampir tak ada yang mendalami hobi serupa dirinya. Yang ada baru sebatas komunitas motor antik.

    “Sekalian belajar soal hotrod dan syukur syukur bisa menularkan kecintaan mobil hotrod ke kota saya,” ujarnya.

    Andri, perwakilan Hotrodiningrat menuturkan event tahun ini peserta terjauh tetap dari Lampung dan Bali yang mengendarai sendiri mobil Amerika tuanya.

    “Dari Lampung kebanyakan bawa pick up seperti tahun lalu, tapi formasi tak lengkap karena ada member mereka yang istrinya melahirkan, ada juga yang sedang menghadiri pernikahan,” ujarnya.

    Sedangkan dari Bandung, ujar Andri selain didominasi tipe pick up juga ada yang membawa truck tua lansiran pabrikan Mercedes Benz.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.