Biaya Produksi Tinggi, Industri Onderdil Kaji Pindah ke Tegal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengecek komponen perakitan sepeda motor di pabrik Triumph Motorcycles di Hinckley, Inggris, 2 Oktober 2017. Pada 1902, Triumph terus berkembang dengan memproduksi sepeda motor pertama, Triumph 1. AFP PHOTO / Oli SCARFF

    Pekerja mengecek komponen perakitan sepeda motor di pabrik Triumph Motorcycles di Hinckley, Inggris, 2 Oktober 2017. Pada 1902, Triumph terus berkembang dengan memproduksi sepeda motor pertama, Triumph 1. AFP PHOTO / Oli SCARFF

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah industri komponen otomotif mengkaji melakukan relokasi pabrik guna menekan biaya produksi yang terus membengkak. Saat ini mayoritas perusahaan otomotif membangun basis produsinya di Jawa Barat seperti Grup Toyota, Isuzu, Hino, Nissan, Mitsubishi dan lainnya.

    Wan Fauzi, Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (Pikko), mengatakan dampak kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) sangat terasa bagi pelaku usaha komponen sehingga akan makin tertekan jika tidak menaikkan harga.

    "Kami berpikir untuk secepatnya relokasi, teman-teman ada yang pindah ke Tegal dan Cirebon. Harus dicari jalan keluar secepatnya kalau enggak bisa tutup," katanya kepada Bisnis, Minggu 1 Desember 2019.

    Wan Fauzi mencontohkan UMK 2019 di Bekasi, Jawa Barat sebesar Rp4,5 juta, sedangkan di Cirebon, Tegal dan sekitarnya sebesar Rp1,8 juta. Namun menurutnya, relokasi produksi juga menyebabkan peningkatan biaya logistik untuk mengirimkan barang ke pabrik.

    Dia berpendapat UMK saat ini tidak mengenal skala bisnis sehingga upah yang diberikan perusahaan komponen kecil dengan yang besar sama saja. Menurutnya, perlu dibedakan upah untuk perusahaan skala kecil dan besar. "Kalau enggak mau terlalu jauh mungkin di Majalengka yang UMK-nya jauh lebih kecil dari Cirebon," ujarnya.

    Kenaikan upah buruh di Jawa Barat dinilai membuat daya saing industri otomotif nasional semakin tertekan. Pada 2020 UMK di Jawa Barat khususnya di Karawang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang merupakan daerah basis produksi otomotif akan menjadi yang tertinggi secara nasional karena berada pada kisaran Rp4,5 juta. Jika ditelisik, 5 tahun lalu, UMK di tiga kabupaten/kota di atas pada kisaran 2,5 juta, sehingga dalam 5 tahun UMK telah naik sekitar 80%-an.

    Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengatakan upah buruh di sektor otomotif nasional makin tidak kompetitif dibandingkan dengan Thailand. Upah di Karawang katanya telah lebih tinggi dari upah di Bangkok untuk sektor otomotif.

    "Bangkok sekitar Rp4 jutaan dan naiknya 5 tahun sekali, kita setiap tahun dan sudah lebih tinggi dari Thailand," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.