Tol Layang Japek Diharapkan Bisa Dongkrak Penjualan Mobil Honda

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda CR-V saat diuji melintasi Tol Layang Japek, Kamis, 19 Desember 2019. (HPM)

    Honda CR-V saat diuji melintasi Tol Layang Japek, Kamis, 19 Desember 2019. (HPM)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran Tol Layang atau Elevated Jakarta - Cikampek (Tol Layang Japek) diharapkan bisa mengurai kemacetan. Sejurus dengan itu, penjualan mobil juga dinilai akan meningkat.

    "Harusnya memang begitu. Tapi bukan cuma di Jabodetabek di luar Jawa juga dengan gencarnya pembangunan infrastruktur,"Assistant Manager Public Relation Department PT Honda Prospect Motor (HPM) Yulian Karfili, Kamis 19 Desember 2019.

    Wilayah Jabodetabek, kata Arfi, sudah pasti diharapkan mendongkrak penjualan dengan hadirnya infrastruktur jalan-jalan baru. Terlebih saat ini, pasar Honda Jabodetabek hampir 50 persen dari total penjualan nasional.

    "Infrastruktur yang berkembang pasti mendorong orang-orang membeli mobil," ujarnya.

    Tak hanya itu, Honda juga terus menggenjot penjualan di luar Pulau Jawa. Sebab setiap tahunnya, sudah bermunculan daerah-daerah yang menjadi ceruk baru perusahaan asal Jepang ini.

    "Sekarang masih di Medan dan Makassar. Dua kota itu berkembang. Backbone-nya masih sama, Brio, Mobilio, dan CR-V," ucapnya.

    Adapun target Honda untuk tahun depan masih fokus menjaga market share yang berada di kisaran 14 persen dalam skala nasional. Meski pada tahun ini mengalami penurunan, tapi kata Arfi, Honda masih sudah memenuhi proyeksi pada tahun 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.